Alexander Blessin: dari RB Leipzig, Terhalang Brexit, dan Upaya Selamatkan Genoa

Football5star.com, Indonesia – Sejak ditinggal Enrico Preziosi, Genoa turut meninggalkan kebiasaan lama. Dalam urusan pelatih misalnya, mereka baru saja menunjuk Alexander Blessin.

Untuk diketahui, Enrico Preziosi, telah melepas kepemilikan sahamnya dari Genoa. Ia menjual klub kota kelahirannya kepada 777 Partners.

- Advertisement -

Ganti pemilik, ganti pula presidennya. Setelah Preziosi lengser, 777 Partners menunjuk Alberto Zangrillo sebagai patron Il Grifone.

Orang-orang baru inilah yang meninggalkan kebiasaan lama Enrico Preziosi. Salah satunya dalam merekrut pelatih.

- Advertisement -

Genoa tidak lagi hanya terpaku dengan nama-nama lawas Italia. Jika biasanya Preziosi kembali mempekerjakan Davide Ballardini atau Rolando Maran di tengah musim, 777 Partners justru mengambil langkah tak pepuler.

Mereka mengesampingkan nama-nama Italia sebagai suksesor Andriy Shevchenko. Bruno Labbadia sempat diisukan bakal menukangi Salvatore Sirigu dkk.

- Advertisement -

Akan tetapi, kesepakatan gagal terlaksana di menit terakhir. Pria asal Jerman mengurungkan niatnya ke Italia karena alasan pribadi.

Getty Images

Lalu muncul nama Jerman lainnya. Kali ini mereka berhasil. Tapi sosok yang ditunjukkan masih sangat asing di telinga fan Serie A.

Klub yang bermarkas di stadion Luigi Ferraris menunjuk Alexander Blessin sebagai nakhoda anyar. Namanya jelas tidak pernah terdengar di kalangan fan.

Maklum saja, Blessin memang bukan pelatih mentereng di Eropa. Kariernya di level profesional terbilang masih seumur jagung.

Baru pada 2020 lalu Blessin melatih level senior. Yakni bersama tim Belgia, KV Oustende. Torehannya pun tidak bisa dibilang memuaskan.

Dari 65 pertandingan pria asal Jerman hanya meraih 26 kemenangan. Sisanya KV Oostende meraih 11 seri dan menderita 28 kekalahan.

Kendati tugasnya di Belgia tidak berjalan mulus bukan berarti Alexander Blessin tidak punya modal untuk menjadi lebih baik. Dia dibekali ilmu sepak bola dari akademi RB Leipzig.

Ya, pelatih 48 tahun adalah salah satu murid Ralf Rangnick. Blessin sudah mengenyam ilmu kepelatihan di RB Leipzig sejak 2012 dan sudah merasakan hampir semua tingkatan umur.

Der Spiegel pernah menyebut Blessin sebagai penggila gegenpressing dengan pola berbeda. Jika biasanya gegenpressing dijalankan dengan skema 4-3-3 atau 3-4-3, dia justru mengusung 3-5-2.

Alexander Blessin Mengenyam Pendididikan di RB Leipzig

Mulai dari Leipzig U-17, U-19, dan Leipzig II pernah ditangani. Ia juga telah belajar banyak dari para mentor seperti Frank Leicht, Achim Beierlozer, hingga Robert Klaus.

Setelah menimba ilmu dari ketiga pelatih itu, barulah Blessin naik pangkat sebagai pelatih kepala untuk RB Leipzig U-17 empat tahun lalu.

dailymail

Sejak saat itu kariernya terus berkembang sampai akhirnya dipercaya memegang tim senior KV Oostende. Dan sekarang ia mendapat tanggung jawab baru. Tanggung jawab yang tak pernah diemban sebelumnya.

Yakni menukangi Genoa yang sedang terpuruk di Serie A. Tekanan di Oostende dengan Genoa jelas berbeda. Selama di Belgia dia diberi kebebasan.

“Bagi saya penting bahwa di suatu tempat saya bisa melakukan apa yang ingin saya lakukan. Di sejumlah klub itu tidak terjadi,” kata Blessin kepada Sport Magazine Oktober lalu.

“Apa gunanya pergi ke klub yang memiliki ambisi tapi langsung mengecam pelatihnya setelah dua kekalahan. Jika tidak ada klub yang membuat saya merasa nyaman saya tidak perlu pergi dari Oostende,” ia menambahkan.

Blessin sudah mengultimatum klub yang ingin meminangnya. Tapi Fan Il Grifone tidak akan sesabar fan Oostende atau manajemen klubnya sendiri. Mereka akan terus menghantuinya jika tak mampu membangkitkan Domenico Criscito dan kolega.

Alexander Blessin Jadi Korban Brexit

KV Oostende bisa saja bukan jadi satu-satunya tim senior yang ditangani Blessin. Awal musim 2021-2022 dia hampir pergi ke Sheffield United.

Sheffield United sudah sepakat untuk meminang Alexader Blessin. Durasi kontrak, besaran gaji, hingga kesepakatan dengan klub Belgia sudah terjalin.

stuttgarternachrinchten

Blessin pun tinggal terbang ke Inggris untuk menandatangani kontrak. Tapi kemudian semua gagal terwujud.

Peraturan Brexit jadi penyebab satu-satunya Blessin batal melatih Sheffield United. Izin kerjanya ditolak pemerintah Inggris.

“Satu-satunya tim yang membuat saya tertarik adalah Sheffield United. Sepak bola Inggris benar-benar membuat saya terpesona,” kata Blessin waktu itu.

“Tapi kemudian ada Brexit yang menghalangi kami. Itulah yang membuat saya batal ke sana,” sambung pria yang gemar memakai formasi 3-5-2.

- Advertisement -