Alexander Nuebel Tak Mau Kembali ke Bayern Munich Selama Ada Manuel Neuer

BACA JUGA

Football5Star.com Indonesia – Kiper AS Monaco, Alexander Nuebel, tak mau kembali ke Bayern Munich selama Manuel Neuer masih ada di sana. Nuebel mengatakan bahwa itu tidak masuk akal, dan dia yakin Bayern juga berpikiran hal yang sama.

Nuebel direkrut Bayern pada 2020 setelah dua musim menjadi kiper utama Schalke. Namun masih adanya Neuer di posisi kiper utama membuatnya hanya bermain empat kali pada musim 2020-21 dan hanya sekali di Bundesliga.

Alexander Nuebel - Bayern Munich - AS Monaco - Daily Advent
Daily Advent
- Advertisement -

Akibatnya, Nuebel dipinjamkan ke AS Monaco selama dua musim sejak 2021. Masa peminjamannya akan berakhir pada akhir musim ini, namun Neuer masih memiliki kontrak di Bayern sampai 2024.

Diyakini, Bayern masih tak mau melepas kiper berusia 25 tahun itu dan mereka akan meminjamkannya kembali setelah masa peminjamannya bersama Monaco berakhir. Tapi, Nuebel mengatakan bahwa bertahan di Monaco adalah salah satu opsi.

- Advertisement -

“Waktu bermain jelas merupakan hal yang paling penting. Jika Manuel masih di Bayern, dan dia memiliki kontrak hingga 2024, tidak masuk akal untuk kembali,” kata Nuebel seperti dilansir Football5Star.com dari GFFN.

“Saya memiliki kontrak di Bayern, tetapi saya juga berpikir bagi mereka tidak masuk akal untuk memiliki saya dan Manuel. Ada pilihan bagus untuk bermain di level yang bagus. Semuanya terbuka. (Monaco) juga merupakan opsi, tentu saja.

Alexander Nuebel: Perbandingan dengan Neuer adalah Kritikan

Alexander Nuebel - Bayern Munich - AS Monaco - Eurosport
Eurosport
- Advertisement -

Nuebel memiliki jalan karier yang sama dengan Neuer, dari Schalke ke Bayern Munich, wajar jika kedua kiper itu sering dibanding-bandingkan. Nuebel merasa perbandingan itu justru adalah sebuah kritikan.

“Saya pikir perbandingan (dengan Neuer) adalah bagian (dari kritik). Untungnya, saya tidak bisa membaca koran di sini (Prancis),” canda Nuebel.

“Kritiknya sangat keras, terlalu keras di awal. Saya tidak bermain di level teratas saya, tetapi saya juga tidak bermain seburuk yang diberitakan.

” Anda harus menanganinya. Bagi saya, yang terpenting adalah kritik dari pelatih kiper saya (Frederic de Boever), dan dari pelatih. Orang-orang ini mengatakan yang sebenarnya setiap hari.”

- Advertisement -

More From Author

- Advertisement -

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img