Alexandre Polking kepada Fan Thailand: Kalian Ingin Saya Mundur?

BACA JUGA

Football5Star.com, Indonesia – Alexandre Polking, memberikan respons tegas terhadap kritik yang dilontarkan para pengamat dan fan timnas Thailand setelah kekalahan dari timnas Malaysia. Dia mengatakan, tidak adil jika dirinya diminta mundur hanya karena performa buruk Changsuek pada 45 menit melawan Harimau Malaya.

Polking menegaskan, dirinya tidak melepas tanggung jawab. Dia sepenuhnya bertanggung jawab atas kekalahan Thailand dari Malaysia yang berakibat kegagalan menembus final Piala Raja Thailand ke-48. Seperti halnya para fan Changsuek, dia juga sangat kecewa dan kesal.

Alexandre Polking bertanggung jawab penuh atas kekalahan timnas Thailand dari timnas Malaysia.
Facebook Changsuek
- Advertisement -

“Saya bertanggung jawab penuh atas segala yang terjadi pada pertandingan melawan Malaysia. Tanpa mengurangi rasa hormat dan tahu mereka bermain bagus dan punya pemain-pemain bagus, masih sukar diterima kami kalah di kandang sendiri. Saya minta maaf kepada semua fan,” urai Alexandre Polking seperti dikutip Football5Star.com dari akun Instagram-nya.

Dia menambahkan, “Oke, sekarang apa? Apakah kalian ingin saya mundur atau menyerah dan melupakan semua permainan bagus pada pertandingan-pertandingan sebelum ini? Hanya karena kami tampil buruk pada satu babak? Itulah sepak bola dan hal seperti itu biasa terjadi.”

Alexandre Polking menyebut pressing tinggi timnas Malaysia membuat timnas Thailand tak bisa menjalankan strateginya.
Facebook Changsuek

Alexandre Polking Jelaskan Taktiknya

- Advertisement -

Guna memberikan pemahaman lebih kepada para fan timnas Thailand, Alexandre Polking juga menjelaskan taktik dan strategi yang dipakainya saat menghadapi timnas Malaysia. Dia bahkan membahas pula putusan-putusan yang diambilnya dalam pergantian pemain.

“Kami punya rencana dan strategi yang jelas. Kami ingin membangun serangan dari belakang dan mendominasi permainan dengan penguasaan bola untuk membuat peluang. Saya yakin kami punya kemampuan untuk melakukan hal tersebut, “kata pelatih berdarah Brasil-Jerman itu.

Alexandre Polking membela putusannya tetap memasang Kritsada Kaman sebagai bek tengah.
Facebook Changsuek
- Advertisement -

Dia menambahkan, “Masalahnya, Malaysia melakukan pressing sangat tinggi dan sangat intens. Itu membuat kami tak dapat menemukan solusi untuk bermain sesuai dengan rencana. Kami kehilangan Jay (Chanathip Songkrasin) setelah 12 menit dan menggantinya dengan Tak (Sumanya Purisai). Saya punya dua opsi, Tak atau Note (Chakraphan Kaewprom). Saya memilih Tak karena sebelumnya main bagus.”

Alexandre Polking juga membahas soal putusannya tetap memasang Kritsada Kaman di jantung pertahanan, tidak di lini tengah seperti saat membela Chonburi FC. Menurut dia, Thailand sudah punya banyak stok gelandang dan Kritsada tidak bermain buruk sebagai bek. Dia pun mengingatkan, Kritsada jadi pemain kunci pada posisi itu saat timnas Thailand juara Piala AFF 2020.

- Advertisement -

More From Author

- Advertisement -

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img