Alfredo Vera, Jatuh Cinta dengan Indonesia dan Mulai Temukan Celah

BACA JUGA

Football5Star.com, Indonesia – Angel Alfredo Vera, mungkin nama yang tak asing di telinga sepak bola Indonesia. Ya, sosok asal Argentina itu memang sudah sangat lama berada dan berkarier di Indonesia.

Vera, sapaan akrabnya memang sudah mencoba bertarung dengan kerasnya sepak bola Indonesia semenjak jadi pemain. Kali pertama dia tiba di Tanah Air pada 2005 saat membela Persekap Pasuruan. Dia bertahan di sana sampai 2007.

Alfredo Vera, Jatuh Cinta dengan Indonesia dan Mulai Temukan Celah
Dok. Tribunnews
- Advertisement -

Setelah itu, Alfredo Vera meneruskan kariernya sebagai pemain di PSAP Sigli (2007-2008), dan PSS Sleman (2008-2010). Setelahnya, pria berusia 50 tahun itu memutuskan pensiun dan belajar soal kepelatihan sampai pada 2013-2014 dipercaya menangani Persela Lamongan.

Sejak saat itu, sudah ada 10 klub berbeda, termasuk Persela yang ditangani Vera. Dia pernah menakhodai Persipura Jayapura, Persebaya Surabaya, Persiba Balikpapan, hingga kini bawa Persita Tangerang melejit sementara di lima pekan awal Liga 1 2022.

- Advertisement -

Lantas, mengapa Alfredo Vera memilih Indonesia sebagai pertaruhan kariernya?

Simak wawancara Football5Star.com, dengan Alfredo Vera berikut:

Hallo, coach Vera bagaimana kabar Anda?

- Advertisement -

Halo.. Baik-baik saja, bagaimana dengan kamu?

Tentu saya baik. Oke pertama-tama saya penasaran. Coach Vera sudah lama di Indonesia, kenapa milih Indonesia semenjak jadi pemain?

Saya sudah lama di sini, tentunya di sini potensi untuk bisa kerja, saya senang di sini, keluarga saya di sini juga. Semuanya juga ramah buat saya.

Pasti ada dong suka duka Anda, baik sebagai pemain atau pelatih?

Alfredo Vera, Jatuh Cinta dengan Indonesia dan Mulai Temukan Celah
LigaIndonesiaBaru

Saya tak pernah pikirkan duka. Saya nyaman di sini, punya Istri dan anak di Indonesia, ada kesempatan untuk saya kerja, saya manfaatkan itu.

Oiya coach Vera, tanggapannya soal jadi pelatih di Indonesia itu sulit. Betul atau tidak? Faktanya sudah 3 pelatih kehilangan posisinya padahal Liga 1 2022-23 baru 5 pekan?

Tekanan selalu ada, ya saya pikir sistem di Indonesia mungkin di negara lain hampir sama. Yang penting, kami bisa bawa harapan kita untuk pemain, pemain bisa ikut apa yang kita mau.

Kadang, semua yang kita pikirkan akan berjalan baik, kadang juga tidak. Sebagai pelatih, cuma bisa kerja dan kasih terbaik. Tapi tak bisa janjikan hasil, kadang bisa main bagus tapi kalah, kadang tak terlalu bagus tapi bisa menang atau dapat poin. Ya seperti itulah sepak bola. Semuanya sama, tekanan pasti ada untuk pelatih.

Hmmm, coach Alfredo Vera bukankah pernah merasakan tekanan besar saat berada di Persebaya?

Alfredo Vera, Jatuh Cinta dengan Indonesia dan Mulai Temukan Celah
Persebaya.id

Ya di mana-mana, semua tak tahu apa yang terjadi. Mungkin karena banyak orang tak tak tahu kalau sepak bola itu proses dan latar belakang pelatih, kadang ada gangguan juga, atau yang lain, nonteknis dan sebagainya.

Tapi sekarang, coach seperti sudah menemukan celah, ya? Saat di Persipura, coach nyaris bawa tim selamat andai tak ada hukuman pengurangan tiga poin. Sekarang, di Persita coach bawa tim meraih 4 kemenangan dalam 5 laga.

Saat menang, saya tak cari yang terbaik. Tak menang juga tak sedih. Selalu saya kerja coba adaptasi dengan apa yang terbaik untuk tim.

Lantas, apa yang terjadi saat coach dianggap kurang bagus di Persebaya?

Waktu di Persebaya ada momen-momen saya diserang, saya tak sadar, tapi saya kemudian belajar, dan lama-lama mulai tahu apa yang harus diperbaiki.

Apa yang coach rasakan saat ini setelah mulai menemukan celah itu?

Sekarang saya juga kembali tenang, yang paling penting tenang, pikiran jadi lebih terbuka.

Terima kasih banyak coach Alfredo Vera atas jawabannya. Sukses untuk coach bersama Persita!

Ya, terima kasih juga. Good luck!

- Advertisement -

More From Author

- Advertisement -

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img