Apa yang Ditawarkan PSSI Saat Rayu Pemain Keturunan Indonesia?

BACA JUGA

Banner Baru Gamespool

Football5Star.com, Indonesia – PSSI buka suara soal hal yang dijanjikan saat merayu pemain keturunan Indonesia agar mau bela timnas. Mereka mengaku tak bisa menjanjikan selain memberi opsi lain buat para pemain itu membela timnas di ajang internasionalnya.

- Advertisement -

Seperti diberitakan sebelumnya, PSSI memang saat ini sedang bekerja merayu empat pemain berdarah Indonesia di luar negeri. Mereka adalah Sandy Walsh, Mees Hilgers, Jordi Amat, dan Kevin Diks.

Soal Pemain Naturalisasi, Menpora Tak Mau Kasus Marc Klok Terulang
Twitter Jordi Amat

Tentu, banyak suporter penasaran, sebenarnya apa yang dijanjikan PSSI untuk meyakinkan para pemain keturunan Indonesia itu. Namun, anggota Komite Eksekutif PSSI, Hasani Abdulgani, menyebut tak bisa janjikan banyak selain kesempatan membela timnas Indonesia.

- Advertisement -

“Semua orang kan pasti ingin main ke tim nasional. Karier pemain kan tujuannya ke sana. Kalau dia tak bisa main di timnas elite nomor satu di sana, seperti Belanda. Dia punya alternatif,” ungkap Hasani saat dihubungi Football5Star.com.

Sandy Walsh KV Mechelen, timnas  Indonesia 1 - Instagram @sandywalsh Apa yang Ditawarkan PSSI Saat Rayu Pemain Keturunan Indonesia?
Instagram @sandywalsh

“Kalau seperti Walsh dan sebagainya punya pilihan karena ada keturunan Indonesia, ada Suriname, dan lainnya. Kebetulan regulasi FIFA memperbolehkan. Kalau dulu kan sudah main di kelompok usia tak boleh pindah asosiasi,” sambung dia.

Pemain Keturunan Indonesia Harus Dirunut Asal Usulnya

Satu Pemain Keturunan Sudah Kirim Dokumen Demi Timnas Indonesia
PSSI
- Advertisement -

Tentunya, PSSI sendiri jua tak sembarangan memproses pemain berdarah Indonesia untuk membela timnas. Mereka akan merunut dahulu asal usul darah Indonesianya. Karena aturan FIFA, kata Hasani, hanya membolehkan pemain punya keturunan dengan batas kakek dan neneknya, tak sampai buyut.

“Nah di aturan terbaru kan dibolehkan selama bisa buktikan hubungan darah dari kakek, nenek, ayah atau ibunya. Sampai kakek dan nenek batasnya,” tutup dia.

- Advertisement -

More From Author

- Advertisement -

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img