Arsenal Kalahkan Leicester 4-2, Gabriel Jesus Tetap Kecewa

BACA JUGA

Football5Star.com, Indonesia – Arsenal berhasil melanjutkan tren positif mereka di Premier League setelah mengalahkan Leicester 4-2 pada pekan kedua, (14/8/22). Gabriel Jesus mencetak gol pertama dan keduanya untuk The Gunners di laga ini.

Jesus berhasil mencetak gol pertamanya pada menit ke-23. Dia melepaskan tembakan cantik dari sisi kiri dan masuk ke pojok kanan gawang Danny Ward.

- Advertisement -

Gol kedua Jesus didapat pada menit ke-34. Lewat sepak pojok, Jamie Vardy mencoba membuang bola, tapi bola malah mengarah ke tiang jauh dan Jesus yang berada di sana dengan mudah memasukkan bola. Babak pertama berakhir dengan skor 2-0.

Arsenal Kalahkan Leicester 4-2, Gabriel Jesus Tetap Kecewa 2 (@Arsenal)
@Arsenal

Leicester memperkecil kedudukan pada menit ke-52. William Saliba yang dapat banyak pujian di laga pertama malah mencetak gol bunuh diri konyol. Dia berniat memberi umpan sundulan ke Aaron Ramsdale, tapi malah memasukkan bola ke gawangnya sendiri.

- Advertisement -

Namun Arsenal kembali memperlebar jarak semenit kemudian dan kini kiper Leicester, Ward melakukan blunder. Kiper pengganti Kasper Schmeichel itu gagal menangkap bola dan Granit Xhaka berhasil menyambar bola ke gawang

The Foxes kembali memperkecil keadaan pada menit ke-72 lewat tendangan sudut sempit James Maddison yang masuk di antara kedua kaki Ramsdale. Namun dua menit kemudian, Gabriel Martiineli membuat Arsenal unggul 4-2, dan skor tak berubah hingga laga usai.

Pelatih Arsenal: Gabriel Jesus Kecewa

Arsenal Kalahkan Leicester 4-2, Gabriel Jesus Tetap Kecewa - Mikel Arteta (arsenal.com)
arsenal.com
- Advertisement -

Walaupun cetak dua gol, pelatih Arsenal, Mikel Arteta mengungkapkan bahwa Jesus kecewa di ruang ganti karena dia seharusnya bisa mencetak empat gol setelah membuang dua peluang.

“Kami tahu apa yang bisa dilakukan Gabby. Dia mencetak dua dan dua assist dan dia masih kecewa di ruang ganti karena dia bilang dia bisa mencetak empat,” kata Arteta seperti dilansir Football5Star.com dari laman resmi klub.

“Itulah standarnya, itulah mentalitas bahwa jika Anda ingin naik ke level yang berbeda, Anda membutuhkan mentalitas itu.

“Saya tidak ingin bermain melawan dia. Saya belum pernah menjadi bek tapi saya bisa membayangkan mereka tidak menikmatinya. Dia sangat mobile, sangat intuitif dan selalu tajam dan proaktif untuk bermain di setiap momen dan fase permainan dan dia adalah ancaman nyata.”

- Advertisement -

More From Author

- Advertisement -

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img