Balik ke Juventus, Massimiliano Allegri Dibayangi Kutukan Periode kedua

BACA JUGA

Prediksi: Napoli vs Torino

Prediksi: Juventus vs AS Roma

Gamespool new banner

Football5Star.com, Indonesia – Massimiliano Allegri akhirnya kembali ke Juventus. Setelah memutus kontrak Andrea Pirlo yang masih tersisa satu musim, manajemen I Bianconeri mengumumkan kembalinya pelatih yang mempersembahkan 5 Scudetti tersebut. “Bentornato, Max!” cuit akun resmi klub itu.

Menurut Tuttosport, Allegri diikat kontrak berdurasi 4 musim dengan gaji bisa mencapai 9 juta euro pada musim terakhirnya nanti. Adapun tugasnya tentu saja mengembalikan kejayaan Juventus yang hanya meraih gelar juara Supercoppa Italiana dan Coppa Italia bersama Pirlo.

- Advertisement -

Sekilas, tugas itu tidaklah sulit. Pasalnya, Allegri punya jejak apik. Dari 2014-15 hingga 2018-19, dia merebut 5 Scudetti, 4 gelar juara Coppa Italia, dan 2 gelar juara Supercoppa Italiana. Belum lagi dua kali menembus final Liga Champions.

Akan tetapi, menilik jejak sejarah, Allegri dipastikan harus berusaha lebih keras. Itu karena para pelatih yang kembali ke Juventus tak ada yang bisa lebih sukses. Kutukan periode kedua selalu berlaku di klub raksasa Italia tersebut.

Sebelum Allegri, ada tiga pelatih yang menangani Juventus lebih dari satu kali. Mereka adalah Carlo Parola, Giovanni Trapattoni, dan Marcello Lippi. Ketiga pelatih itu sama-sama tak lebih lama bertugas dan tidak lebih sukses saat menjalani periode kedua.

Parola Tiga Kali Tangani Juventus

Carlo Parola jadi pelatih pertama yang memberikan double winners bagi Juventus.
goal.com

Parola ditunjuk menangani Juventus pada 1959 sebagai pengganti Teobaldo Depetrini. Sosok Depetrini sebenarnya pelatih pertama yang dua kali menangani I Bianconeri. Namun, dia hanya jadi pengganti sementara pada pengujung musim 1956-57.

Pada dua musim pertamanya, dia mempersembahkan empat trofi. I Bianconeri dua kali merebut Scudetto dan dua kali pula menjuarai Coppa Italia. Dialah pelatih pertama yang membawa klub ini merebut double pada 1959-60.

Kejadian menarik muncul pada 1961. Perbedaan pandangan dengan manajemen Juventus membuat Parola mundur. Namun, hanya empat bulan kemudian, dia dipanggil kembali dan bertahan hingga akhir musim 1961-62 tanpa sebuah trofi pun.

Parola kembali laga pada 1974 setelah Juventus memberhentikan Cestmir Vycpalek. Hasilnya tidak seperti periode sebelumnya. Dia hanya bertahan hingga 1976. Adapun prestasinya hanyalah merebut Scudetto musim 1974-75.

Trapattoni Paling Jomplang

Giovanni Trapattoni menangani I Bianconeri selama 10 musim pada periode pertamanya.
nexilia.it

Saat Parola hengkang, sosok penggantinya adalah Giovanni Trapattoni. pelatih yang satu ini bertahan sangat lama. Dia menangani Juventus selama satu dekade alias sepuluh musim. Sebanyak 14 gelar dipersembahkan eks pemain bertahan timnas Italia itu.

Dari 1976 hingga 1986, Trapattoni mempersembahkan semua trofi yang bisa diraih Juventus. Dia membawa I Bianconeri merebut 6 Scudetti, dua kali juara Coppa Italia, lalu masing-masing sekali juara Piala Champions, Piala Winners, Piala UEFA, Piala Super Eropa, dan Piala Interkontinental. Sekadar catatan saat itu belum ada Supercoppa Italiana.

Akan tetapi, jejak Trapattoni pada periode keduanya sangat jumplang. Datang pada 1991, dia hanya bertahan tiga musim. Dalam kurun waktu itu, dia hanya mampu membawa I Bianconeri juara Piala UEFA 1992-93 dengan mengalahkan Borussia Dortmund pada partai final.

Lippi Hampir Seimbang

Marcello Lippi membawa Juventus juara Liga Champions 1995-96.
super6sport.it

Pelatih ketiga yang lebih dari sekali menangani Juventus adalah Marcello Lippi. Dia datang menggantikan Trapattoni pada 1994 dan bertahan hingga Februari 1999. Pada periode pertamanya ini, dia terbilang sukses berat karena mampu mempersembahkan 9 trofi. Rinciannya, 3 Scudetti, 2 Supercoppa Italiana, lalu masing-masing 1 Liga Champions, Piala Super Eropa, dan Piala Interkontinental.

Dua musim berselang, antara lain setelah 15 bulan menangani Inter Milan, Lippi kembali ke Juventus. Hasilnya tidaklah buruk. Dia mampu mempersembahkan dua Scudetti dan dua trofi Supercoppa Italiana dalam tiga musim. Pada akhir musim 2003-04, dia mundur untuk kemudian menangani timnas Italia.

Jejak ketiga pelatih itu tentu harus jadi catatan bagi Massimiliano Allegri dan para fan Juventus. Intinya, jangan terlalu berharap mengulang sukses merebut 5 Scudetto beruntun. Sang allenatore butuh kerja lebih keras dan segudang keberuntungan pada periode keduanya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

- Advertisement -

More From Author

- Advertisement -

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img