Barcelona Hanya Lebih Baik dari Musim 2003-04

BACA JUGA

Banner Gamespool

Football5Star.com, Indonesia – Barcelona masih tertatih-tatih meskipun sudah ditangani Xavi Hernandez. Rabu (22/12/2021) dini hari WIB, El Barca hanya imbang 1-1 di kandang Sevilla pada laga tunda jornada ke-4 LaLiga. Hasil itu mengguratkan catatan miring jelang Natal 2021.

Hasil imbang di markas Sevilla membuat Barcelona menempati posisi ke-7 di klasemen sementara LaLiga 2021-22 pada jelang Natal. Ini adalah posisi terburuk dalam 18 tahun terakhir. Pada jelang Natal 2003, El Barca yang ketika itu ditangani Frank Rijkaard berada dua anak tangga lebih bawah.

Barcelona menorehkan catatan terburuk dalam 17 tahun terakhir setelah ditahan Sevilla.
Getty Images
- Advertisement -

Saat itu, El Barca juga sama dengan sekarang, yaitu tertinggal 15 poin dari Real Madrid yang berada di puncak klasemen. Bedanya, jelang Natal 2003, klub raksasa Catalunya itu menuai 24 poin dari 17 pertandingan. Sementara itu, kali ini, mereka mengoleksi 28 poin dari 18 laga.

Bila dibedah dari catatan 18 jornada awal, ptrestasi Barcelona musim 2021-22 juga termasuk yang terburuk. Lagi-lagi, Memphis Depay dkk. hanya lebih baik dari El Barca musim 2003-04. Ketika itu, tim asuhan Rijkaard bahkan terpuruk di posisi ke-11 dengan hanya mengoleksi 24 poin.

Bukan Vonis Gagal bagi Barcelona

- Advertisement -

Antara 2004-05 dan 2020-21, El Barca tak pernah memperoleh kurang dari 30 poin dalam 18 jornada awal. Rataan poin mereka dalam 17 musim itu mencapai 42,59 poin. Raihan terendah adalah 34 poin pada 2020-21. Sementara itu, yang tertinggi adalah 52 poin pada 2012-13.

Catatan miring juga terlihat dalam produktivitas gol. Torehan 29 gol pada musim ini hanya lebih baik dari musim 2003-04 yang hanya mencetak 23 gol. Tak bisa dimungkiri, kepergian Lionel Messi jadi faktor utamanya. Faktanya, dari 108 gol yang dicetak sepanjang 2021, La Pulga adalah pemain tertajam dengan 28 gol.

Barcelona hanya mengemas 24 poin jelang Natal 2003.
Getty Images
- Advertisement -

Satu hal yang menarik, pada 2003-04, El Barca justru mampu finis lebih baik dari Madrid. Pada akhir musim, mereka berada di posisi kedua dengan 72 poin. Mereka terpaut 5 poin dari sang juara, Deportivo La Coruna. Sementara itu, Madrid justru berada di posisi ke-4 dengan hanya mengoleksi 70 poin.

Itu artinya, Barcelona tetap bisa berharap untuk tetap berada di jalur perebutan gelar juara LaLiga 2021-22. Apalagi, mereka menunjukkan perbaikan. Bersama Xavi, mereka belum kalah dalam 2 laga tandang di LaLiga. Lalu, saat lawan Sevilla, El Barca melepaskan 15 tembakan sepanjang babak pertama. Itu adalah yang terbaik sepanjang 18 jornada awal musim ini.

- Advertisement -

More From Author

- Advertisement -

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img