Begini Nasib Wanita Transgender Pertama yang Main di Kualifikasi Piala Dunia

BACA JUGA

gamespool
Begini Nasib Wanita Transgender Pertama yang Main di Kualifikasi Piala Dunia 2

Football5star.com, Indonesia – Pada babak kualifikasi Piala Dunia 2014, nama Jaiyah Saelua jadi sorotan publik sepak bola. Bagaimana tidak, ia menjadi wanita transgender pertama yang bermain di pertandingan resmi FIFA.

Saat itu, Jaiyah bermain untuk negaranya, Samoa Barat melawan Tonga. Usianya saat itu baru 16 tahun. Pada laga pertamanya ini, Jaiyah berhasil membawa Samoa Barat menang 2-1.

- Advertisement -

Pada laga yang berlangsung 2011 tersebut, Jaiyah melakukan penyelamatan krusial di menit ke-90 saat dia berhasil menghalau bola di depan garis gawang, karena penjaga gawan Nicky Salapu sudah dilewati pemain lawan.

Di Samoa Barat, identitas transgender bukan hal yang tabu. Di negara yang berlokasi di kepuluan Pasifik tersebut dikenal istilah Fa’afafin atau gender ketiga. Menurut kepercayaan orang Samoa, fa’afafine secara biologis adalah seorang laki-laki yang femininnya dominan.

- Advertisement -

Lama tak terdengar kabarnya, bagaimana kondisi Jaiyah saat ini? Dikutip Football5star.com dari The Guardian, Rabu (9/12/2020), Jaiyah yang saat ini berusia 34 tahun ternyata alih profesi menjadi atlet bola tangan.

Selain menjadi atlet bola tangan, Jaiyah saat ini tengah disibukkan menjadi bintang film dokumenter yang disutradarai oleh Taika Waititi. Film yang disutradarai Taika itu menceritakan soal kehidupan Fa’afafin di Samoa Barat. Rencananya film ini akan dirilis pada akhir tahun ini.

- Advertisement -

“Ini lebih dari sekedar identitas. Ini adalah cara kami hidup. Kami dinilai berdasarkan pada kinerja kami sebagai atlet bukan cara kami mengayunkan pinggul atau cara kami berlari,” ucap Jaiyah.

- Advertisement -

More From Author

- Advertisement -

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img