Belanda Tersingkir, Frank de Boer Jadi Sasaran Tembak

BACA JUGA

Prediksi: Lazio vs Galatasaray

Prediksi: Tottenham Hotspur vs Rennes

Prediksi: CSKA Sofia vs AS Roma

Prediksi: Indonesia vs Kamboja

Banner Baru Gamespool

Football5star.com, Indonesia – Frank de Boer, pelatih Belanda disalahkan oleh dua mantan pemain timnas Belanda, Nigel de Jong dan Ruud Gullit setelah tim Orange tersingkir oleh Republik Cheska di babak 16 besar EURO 2020.

- Advertisement -

Ruud Guliit misalnya menyebut bahwa Frank de Boer harus menjelaskan kepada publik Belanda soal kebijakannya membuat perubahan formasi. Menurut Gullit, hal itu yang membuat Belanda bermain tidak seperti pada laga babak fase grup.

Pergantian Donyell Malen dengan Quincy Promes membuat Frank de Boer dikritik pedas Pierre van Hooijdonk.

“Poin terpenting adalah perubahan sistem. Mengapa Frank de Boer melakukan itu? Segalanya berjalan cukup baik di tiga game pertama, meskipun De Boer beralih sekali ke 4-3-3. Kemudian Anda melihat bahwa Orange dominan,” kata Gullit seperti dikutip Football5star.com dari beIN Sport, Senin (28/6/2021).

Pada pertandingan melawan Republik Cheska, De Boer memutuskan untuk menerapkan formasi 5-3-2. Formasi ini kata Gullit sama sekali tak berjalan untuk menghadapi Republik Cheska.

- Advertisement -

“Belanda hampir tidak menciptakan peluang apapun. Tidak terjadi apa-apa. Memphis berada di tempat yang tidak seharusnya. Wijnaldum tidak terlihat. Diskusi utamanya saya pikir adalah mengapa De Boer mengambil keputusan tersebut,” tambah eks pemain AC Milan tersebut.

Kritik pedas juga disampaikan oleh Nigel de Jong. Menurut pemain Manchester City itu, ia sama sekali tidak percaya dengan permainan yang ditunjukkan Belanda melawan Republik Cheska.

“Itu adalah penampilan yang sangat lemah dari Belanda. Apalagi setelah kartu merah. Kurangnya intensitas, kurangnya agresi dan kurangnya mentalitas,” ucap Nigel de Jong.

De Jong menyebut bahwa Frank de Boer bertindak keliru saat Belanda bermain dengan 10 orang. Menurutnya, De Boer tidak memiliki keyakinan untuk anak asuhnya bisa memenangkan pertandingan.

“Tidak ada keyakinan. Setelah kartu merah, semua kepercayaan hilang. Tidak ada lagi kepercayaan kepada keuntungan. Kami kehilangan pemain sejati dalam pertandingan ini,” tutup Nigel de Jong.

- Advertisement -
- Advertisement -

More From Author

- Advertisement -

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img