Berkah Ramadan, Aksi Terpuji Ilkay Guendogan untuk Anak-Anak Indonesia

BACA JUGA

Banner Baru Gamespool

Football5star.com, Indonesia – Pemain Manchester City, Ilkay Guendogan di bulan suci Ramadan melakukan tindakan terpuji dengan menyisihkan sebagian hartanya dengan memberikan sumbangan. Menariknya, Guendogan memberikan sumbangan berupa makanan untuk anak-anak Indonesia.

- Advertisement -

Dikutip Football5star.com dari Manchester Evening News, Rabu (28/4/2021), Guendogan memberikan makanan dan jersey untuk 3000 anak-anak Indonesia. Ketua Umum MCSCI, Endri Waluyo mengaku sangat gembira dengan aksi dari pemain Jerman tersebut.

Ilkay Gundogan Digelayuti Rasa Kesepian di Kota Manchester

“Saya sangat senang ketika mendengar rencana aktifitas. Karena kami sesama muslim dan aktifitas ini dilakukan selama satu bulan, selama Ramadan,” kata Enri.

- Advertisement -

“Saya langsung menerima tawaran itu dan membagikannya. Termasuk membagikannya ke jalanan dan yayasan panti asuhan. Mereka sungguh kaget ketika semua kegiatan didanai sendiri oleh Guendogan,” tambahnya.

Awalnya, kegiatan pembagian sumbangan dari Guendogan dilakukan khusus wilayah DKI Jakarta. Namun kemudian pihak Guendogan menyetujui untuk bantuan juga disalurkan ke sejumlah daerah seperti Makassar dan Lamongan.

- Advertisement -

Total tiga ribu makanan dibagikan selama program ini. Selain bagi-bagi takjil, ada juga program membagikan makanan sahur. Selain makanan, Guendogan juga membagi-bagikan jersey asli Manchester City yang didistribusikan MCSCI di yayasan sosial dan panti asuhan.

Latar belakang Ilkay Guendogan

Memiliki darah Turki seperti Mesut Oezil, Guendogan juga sempat mendapatkan cibiran dari publik Jerman. Sama seperti Oezil, ia dianggap lebih berafiliasi politik dengan negara leluhurnya, Turki. Tudingan itu datang kepadanya saat ia bertemu dengan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan di London pada Mei 2018.

Guendogan kemudian menolak dengan tegas bahwa ia memiliki afiliasi politik dengan Turki. Menurutnya, bertemu dengan Erdogan lebih dikarenakan sikap menghormati dirinya kepada tanah air leluhurnya.

“Apapun kritik yang diberikan, kami memutuskan untuk bersikap sopan dan menghormati presiden Turki dan akar Turki kami,” kata Guendogan

“Saya merasa terhormat tumbuh besar di Jerman, jadi merupakan pukulan berat bagi saya untuk digambarkan tidak memiliki intergritas dan mengabaikan nilai-nilai hidup orang Jerman,” tambahnya.

Kakek Guendogan berasal dari Balikesir, Turki. Ia kemudian pindah ke wilayah Ruhr. Di sana, kakeknya bekerja sebagai penambang di sebuah pertambangan Nordstern.

“Latar belakang saya memberi saya tanggung jawab. Sejujurnya saya tidak mau terlibat dalam politik. Saya hanya seorang Muslim yang berusaha bisa menjadi contoh yang baik bagi banyak pemuda Muslim di Jerman.”

- Advertisement -

More From Author

- Advertisement -

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img