Bisa Jadi Tandem Elkan Baggott, Pemain Aceh Ini Main Bareng Eks Juventus

BACA JUGA

gamespool
Bisa Jadi Tandem Elkan Baggott, Pemain Aceh Ini Main Bareng Eks Juventus 3

Football5star.com, Indonesia – Karier pemain Aceh, Khuwailid Mustafa di Liga Qatar bersama Al-Duhail terus mengalami peningkatan. Baru-baru ini, Khuwailid sudah menjadi bagian dari tim utama Al-Duhail.

Pada pertandingan Al Duhail melawan Al Sailiya di pertandingan kedua grup A Piala Ooredoo, Kamis (7/10/2020), Khuwailid diturunkan sejak menit awal babak pertama. Ia main bareng eks Juventus, Mehdi Benatia untuk mengawal lini belakang Al Duhail.

Bisa Jadi Tandem Elkan Baggott, Pemain Aceh Ini Main Bareng Eks Juventus
twitter.com/duhailsc
- Advertisement -

Penampilan Khuwailid di babak pertama bersama Benatia cukup impresif. Al Duhail sendiri pada babak pertama sempat unggul terlebih dahulu lewat gol Edwardo Dudu pada menit ke-3. Namun tim lawan berhasil menyamakan kedudukan lewat aksi Ahmed Hedwan.

Di babak kedua, Al Duhail tertinggal 2-1 lewat aksi Tiago Bezerra pada menit ke-52. Khuwailid sendiri pada menit ke-65 harus ditarik keluar dan digantikan oleh Luiz Martin. Pada musim lalu sendiri saat Al Duhail menjadi juara Qatar Star League, pemain Aceh ini juga menjadi bagian dari tim utama.

Perjuangan Khuwailid di Al Duhail dilakukan sejak ia masih kecil. Sang ayah, Mustafa Ibrahim kepada Football5star.com, Jumat (9/10/2020) mengatakan bahwa anaknya tersebut sudah bergabung ke Al Duhail sejak 10 tahun lalu.

- Advertisement -

“Khuwailid sudah bergabung dengan Al Duhail lebih kurang sejak 10 tahun lalu. Dulu namanya Lekhwiya (nama institusi kepolisian) dan pada awal 2018 nama klubnya diganti dengan Al Duhail,” ucap Mustafa.

- Advertisement -

Dari level junior, Khuwailid dikatakan sang ayah mulai naik ke level U-19 dan U-23. Di tim U-23 ini, Khuwailid sempat ganti posisi dari bek menjadi gelandang bertahan. Menariknya, di tim U-23 Al Duhail, Khuwailid sempat ditunjuk menjadi kapten tim.

“Ya awalnya memang Khuwailid bermain di posisi bek dan saat di tim U-23 ia ditempatkan menjadi gelandang bertahan. Namun bagi Khuwailid itu jadi tantangan tersendiri baginya,” kata Mustafa.

Capaian Khuwailid untuk bisa menembus tim utama Al Duhail tentu patut diapresiasi. Ia bisa menjadi tandem Elkan Baggott di lini belakang timnas Indonesia kelak di kemudian hari.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

- Advertisement -
- Advertisement -

More From Author

- Advertisement -

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img