Bjorn Kuipers, Panutan Wasit Muda yang Banyak Musuh

BACA JUGA

Banner Baru Gamespool

Football5star.com, Indonesia – Bjorn Kuipers ditunjuk federasi sepak bola Eropa, UEFA menjadi pengadil di partai final EURO 2020 yang mempertemukan Italia vs Inggris di Stadion Wembley, Senin (12/7/2021) dinihari WIB.

- Advertisement -

“Saya sangat emosional ketika saya mendengar bahwa saya telah diberi kesempatan memimpin laga final. Ini benar-benar tonggak sejarah, mimpi dan momen luar biasa serta kehormatan besar untuk karier saya,” kata Kuipers.

Bjorn Kuipers lahir di Oldenzaal, sebuah kota yang dekat dengan perbatasan Jerman. Ayahnya, Jan Kuipers juga memiliki profesi yang sama dengannya, seorang wasit. Menurut Kuipers, menjadi wasit seperti pekerjaan turun temurun di keluarganya.

Bjorn Kuipers, Panutan Wasit Muda yang Banyak Musuh

Tak hanya sang ayah, kakek Kuipers juga salah satu wasit yang cukup dihormati di Belanda. Andries van Leeuwen, sang kakek menjadi ofisial pertandingan laga final Winners 1963 yang mempertemukan Tottenham vs Atletico Madrid.

“Saya mendengar banyak tentang dia. Dia hidup 100 persen untuk menjadi seorang wasit,” kata Bjorn tentang kakeknya tersebut. Bjorn Kuipers memulai karier sebagai wasit profesional sejak 2002. Saat itu ia mulai menjadi wasit di level kompetisi Eerste Divisie.

Pertandingan pertama yang dipimpin Kuipers ialah SC Telstar kontra MVV pada 20 September 2002. Tiga tahun setelah tampil sebagai wasit di Eerste Divisie, ia lalu promosi dengan menjadi wasit di level tertinggi Liga Belanda, Eredivisie.

Sejak 2005 hingga sekarang, ia menjadi wasit senior di Belanda dan disebut menjadi panutan untuk banyak wasit muda di Belanda. Hal itu yang diutarakan oleh mantan pelatih Willem II, Robert Maaskant.

“Faktanya memang ada kekurangan wasit di Belanda dari tingkat amatir selama bertahun-tahun. Kuipers adalah panutan utama bagi wasit muda. Tidak dapat dihindari bahwa nantinya sepak bola Belanda akan mendapat keuntungan dari itu,” kata Maaskant seperti dikutip Football5star.com dari ADR Niewsmedia, Sabtu (10/7).

Jejak kontroversi Bjorn Kuipers

Terpilihnya Bjorn Kuipers menjadi wasit final EURO 2020 tak serta merta diapresiasi oleh banyak pihak. Mantan wasit asal Belanda, Dick Jol bahkan menyebut kinerja koleganya di EURO 2020 ialah insiden. Menurut Jol, harus diakui kualitas wasit di Belanda masih ketinggalan dengan negara lain di Eropa.

“Semua pujian untuk Makkelie dan Kuipers, mereka membaca kompetisi dengan baik, memahami seni komunikasi dan fleksibel. Tapi jangan berlebihan. Harus diakui level wasit kami tidak terlalu bagus,” kata Jol.

Bjorn Kuipers, Panutan Wasit Muda yang Banyak Musuh

Jol bahkan menyebut semenjak teknologi VAR, wasit di Belanda seperti sebuah boneka dari teknologi tersebut tanpa bisa mengambil keputusan yang lebih adil dari kacamatanya.

“Wasit kami adalah bonek yang terlalu banyak dipandu oleh VAR. Dan satu-satunya wasit yang tidak melakukan itu mungkin Bas Nijhuis yang selalu mengikuti aturannya sendiri,” tambah Jol.

Kritik pedas dari Jol ini mungkin tidak berlebihan. Sepanjang kariernya, Bjorn memiliki rekam jejak yang cukup kontroversial. Teranyar tentu saja ucapan kasarnya kepada pemain Italia, Marco Verratti.

Bjorn Kuipers, Panutan Wasit Muda yang Banyak Musuh

Pada babak semifinal Liga Champions musim lalu, Kuipers dituding menghina pemain PSG itu. Tak Verratti yang mengatakan bahwa wasit 48 tahun itu mengeluarkan pernyataan tak baik, Ander Herrara juga mengiyakannya.

“Kami berbicara tentang rasa hormat terhadap wasit. Jika kami mengatakan itu, kami mendapat larangan tiga atau empat pertandingan.” kata pemain asal Spanyol tersebut.

Pada 2015, Kuipers juga membuat banyak kontroversi yang membuat berang klub Chelsea. Di babak 16 besar, wasit Belanda itu banyak mengeluarkan keputusan kontroversi.

“Jika klub (Chelsea) mengkritik wasit kena denda dan kamis harus membayarnya, para pemain akan ikut membayarnya,” kata Mourinho yang saat itu jadi pelatih The Blues.

- Advertisement -

More From Author

- Advertisement -

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img