Bocah 12 Tahun Lompati Pagar Tinggi demi Berfoto dengan Lionel Messi

BACA JUGA

Banner Baru Gamespool

Football5star.com, Indonesia – Lionel Messi memiliki banyak fan di seluruh dunia. Jutaan orang berharap bisa berfoto dengan bintang baru PSG tersebut. Banyak cara dilakukan, tak peduli dengan resiko yang mungkin dialami.

Hal itu juga yang dilakukan oleh seorang bocah 12 tahun yang nekat melompati pagar tinggi hotel tempat menginap para pemain Argentina saat akan melawan Brasil di babak kualifikasi Piala Dunia 2022.

Bocah 12 Tahun Lompati Pagar Tinggi demi Berfoto dengan Lionel Messi
TN Deportivo
- Advertisement -

Dikutip Football5star.com dari TN Deportivo, Senin (6/9/2021), bocah 12 tahun itu meloncati pagar hotel, berlari mencoba melewati keamanan ketika bus tim Tango tiba. Namun usaha bocah yang tak diketahui namanya itu ditahan oleh petugas keamanan.

Lionel Messi yang melihat insiden tersebut kemudian menghampiri dan meminta petugas keamanan untuk mengizinkan bocah 12 tahun itu berfoto dengannya.

Brasil vs Argentina Dihentikan karena Pelanggaran Prokes - Lionel Messi
Marca

“Bocah itu tidak percaya Messi memberikannya kesempatan untuk berfoto. Ia lalu mengeluarkan ponselnya dan dengan cepat berselfie bersama bintang idolanya tersebut,” tulis media Argentina.

“Itu adalah sikap yang sangat bagus, yang biasanya dilakukan Leo untuk anak-anak kecil. Ini adalah cara untuk melihat kasih sayangnya kepada anak-anak,”

Laga Brasil vs Argentina sendiri harus dihentikan karena adanya pelanggaran prokes yang dilakukan empat penggawa tim Tango.

Lionel Messi Dimintai Tolong Bocah 10 Tahun

Sementara itu, Messi dimintai tolong oleh Murtaza Ahmadi untuk keluar dari negaranya, Afganistan. Murtaza Ahmadi ialah bocah yang beberapa tahun viral karena mengenakan kantong plastik yang dijadikan jersey bertuliskan Messi.

Lionel Messi Dimintai Tolong Murtaza Ahmadi untuk Keluar dari Afganistan

Murtaza Ahmadi yang kini berusia 10 tahun, tinggal bersama keluarganya di sebuah apartemen kecil di Kabul, Afganistan. Apartemen ini menjadi tempat pelarian Murtaza dan keluarganya dari desa asal mereka untuk menghindar dari serangan Taliban.

“Saya terjebak di rumah dan saya tidak bisa keluar karena saya sangat takut dengan Taliban,” kata Murtaza

- Advertisement -

You Might also like

More From Author

- Advertisement -

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img