Bongkar Borok Piala Dunia 2022, Dua Wartawan Masuk Bui

BACA JUGA

Banner Baru Gamespool

Football5star.com, Indonesia – Tuan rumah Piala Dunia 2022, Qatar melakukan aksi represif kepada jurnalis asal Norwegia. Dua jurnalis asal Norwegia ditangkap oleh aparat setempat dan diusir keluar dari Qatar.

- Advertisement -

Penangkapan dan pengusiran dua jurnalis ini terkait laporan pemberitaan dugaan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) para pekerja migran di penyelenggaran Piala Dunia 2022.

Dikutip Football5star.com dari NOS, Kamis (25/11/2021), wartawan televisi Halvor Ekeland dan Lokman Ghorbani dari NRK Norwegia telah berada di Qatar sejak 14 November. Keduanya di Qatar menjalankan tugas jurnalistik.

Bongkar Borok Piala Dunia 2022, Dua Wartawan Ditangkap Pemerintah Qatar

Keduanya awalnya membuat janji untuk mewancarai Abdullah Ibhais, perwakilan buruh Piala Dunia 2022 yang bersuara terkait pelanggaran HAM di Qatar. Pada April lalu, Ibhais sempat dipenjara oleh pemerintah Qatar dengan tuduhan ‘korupsi’.

Ekeland dan Ghorbani tinggal di Qatar untuk membuat laporan tentang kondisi kerja dan kehidupan para pekerja migran di penyelenggaran Piala Dunia 2022. Pada akhir pekan lalu, keduanya melaporkan secara live hasil temuan mereka di televisi Norwegia.

Beberapa jam setelah melaporkan secara live, keduanya ditangkap oleh aparat kepolisian Qatar di hotel, tempat mereka menginap. Keduanya dbebaskan setelah 32 jam mendekam di penjara. Namun keduanya diminta untuk segara angkat koper dari Qatar.

Bongkar Borok Piala Dunia 2022, Dua Wartawan Ditangkap Pemerintah Qatar

Tuan Rumah Piala Dunia 2022 Dituntut Bertanggung Jawab

Keduanya pada Rabu (24/11) pagi telah tiba di Denmark. Aksi pemerintah Qatar ini mendapat keceman dari NRK Sports, tempat kedua jurnalis itu bekerja.

Thor Gjermund Eriksen, CEO NRK menjelaskan bahwa saat ini dua jurnalis tersebut dalam kondisi baik-baik saja. Eriksen menyebut apa yang dilakukan pemerintah Qatar ialah serangan terhadap kebebasan pers.

“Ini adalah pengalaman yang tidak ingin dialami oleh siapa pun, publik terkesan dengan apa yang mereka lakukan, namun faktanya keadaan di sana tidak baik-baik saja,” kata Eriksen.

Bongkar Borok Piala Dunia 2022, Dua Wartawan Ditangkap Pemerintah Qatar

“Kami sangat lega mereka selamat dan bisa pulang. Tentu saja tidak dapat diterima bahwa jurnalis tidak boleh meliput salah satu acara olahraga terbesar di dunia ini,”

“Kami pasti ingin membicarakan hal ini dengan FIFA. Apakah saya melihat ini sebagai serangan terhadap kebebasan pers? Ya sangat jelas,” tambah Eriksen.

Sementara itu, Ekeland dalam laporannya pada akhir pekan lalu menjelaskan bahwa memang terjadi pelanggaran HAM terhadap pekerja migran untuk penyelenggaran Piala Dunia 2022.

“Anda dapat melihat mata mereka bahwa mereka sebenarnya tidak ingin bekerja seperti itu. Mereka memiliki hari yang panjang dan berat. Tapi memang ada pekerja yang pasrah dengan kondisinya saat ini,” kata Ekeland.

- Advertisement -

More From Author

- Advertisement -

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img