Carlo Ancelotti Ungkap Ancaman Manajemen PSG Padanya

BACA JUGA

Football5star.com, Indonesia – Carlo Ancelotti pernah menukangi Paris Saint-Germain. Pria Italia memimpin klub ibu kota Prancis pada 2012 silam.

Tidak lama waktu yang dimiliki Don Carlo di PSG. Hanya semusim dia di sana. Dia bercerita sangat menyukai proyek yang dicanangkan klub yang baru dibeli investor asal Qatar.

Carlo Ancelotti karena selalu kalah di sana.
Getty Images
- Advertisement -

Akan tetapi, cerita indahnya berubah pada musim kedua. Di mana ia mulai mendapat ancaman pemecatan jika kalah di Liga Champions. Ancaman yang dianggap tidak mendasar itu pun dijawab dengan pengunduran diri.

“Usai pertandingan Liga Champions di mana kami lolos ke fase knockout, kami kalah melawan Nice di Ligue 1 sebelum menang 4-0 atas Evian,” kenang Carlo Ancelotti kepada Universo Valdano, Selasa (26/4/2022).

carlo ancelotti-lequipe
lequipe
- Advertisement -

“Lalu mereka mengatakan pada saya bahwa jika kami tidak mengalahkan Porto mereka akan memecat saya. Saya bilang pada mereka bagaimana bisa Anda mengatakan itu pada saya, itu merusakn kepercayaan kami. Dan saya memutuskan pergi bulan Februari, bahkan jika mereka ingin memperpanjang kontrak saya,” ia menambahkan.

Carlo Ancelotti Suka dengan Proyek Baru PSG

Seperti yang disinggung di atas, Don Carlo adalah pelatih awal yang datang di era baru Paris Saint-Germain. Di eranya pula pemain-pemain dari Serie A merapat ke ibu kota Prancis.

- Advertisement -

Sebut saja Thiago Silva, Marquinhos, Zlatan Ibrahimovic, Ezequel Lavezzi, Edinson Cavani, dan Salvatore Sirigu. Dia pun sangat menikmati tugasnya.

carlo ancelotti-elconfidencial
elconfidencial

Apalagi banyak hal yang berubah sejak ia datang. “Saya datang ke PSG berkat Leonardo yang merupakan mantan pemain saya. Mereka baru saja dibeli Qatar,” sambungnya.

“Saya sangat menyukai proyek itu dan belum ada pelatih. Kami mulai mengubah struktur latigan dan lainnya. Karena pemain Prancis datang setengah jam sebelum latihan dan pulang setengah jam setelahnya,” kata Carlo Ancelotti.

“Saya sangat menyukai proyrk itu. Tapi semuanya berubah di tahun kedua. Mereka tidak begitu senang dengan kehadiran saya,” tutupnya.

- Advertisement -

More From Author

- Advertisement -

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img