Carlos Tevez Kisahkan Masa Kecilnya yang Dipenuhi Tragedi

BACA JUGA

gamespool

Football5Star.com, Indonesia – Carlos Tevez, pemain Boca Juniors, ternyata memiliki kisah masa kecil yang penuh tragedi. Itu semua dialaminya bahkan saat belum genap berumur 1 tahun. Namun, dia beruntung karena punya keluarga besar yang sangat peduli.

Tevez lahir di Fuerte Apache pada 5 Februari 1984. Saat berumur 8 bulan, dia tersiram air mendidih yang meninggalkan bekas pada lehernya hingga saat ini. Masih dalam masa pemulihan, dia ditinggal sang ibu, Fabiana, dan lantas diadopsi bibi dan pamannya, Adriana Martinez dan Segundo Tevez.

- Advertisement -

Tragedi berlanjut saat Tevez berumur 5 tahun. Ayah kandungnya, Juan Carlos Cabral, terbunuh saat ada kontak tembak. Kejadian itu selalu jadi rahasia hingga Segundo memberitahukan itu kepada Tevez.

Carlos Tevez sejak anak-anak diasuh dan dibesarkan keluarga pamannya.
eldestapeweb.com

“Aku mengetahui kejadian yang menimpa ayahku karena dia (Segundo) mengatakannya kepadaku. Dia mengatakan, ayahku terbunuh. Namun dia menegaskan, dia merasa aku sebagai anaknya. Dia akan jadi ayah bagiku,” urai Carlos Tevez seperti dikutip Football5Star.com dari Toda Noticias.

- Advertisement -

Tevez lebih lanjut mengungkapkan, “Aku saat itu adalah bocah lemah yang tak tahu arah atau apa pun. Namun, dia mau mengurusi sesuatu yang sebetulnya tak harus dia lakukan. Berkat dialah aku menjadi seperti saat ini. Dia tak pernah membedakanku dengan anaknya. Dia selalu memberi baju, sepatu, celana, untuk kami berdua.”

Segundo Didik Tevez Jadi Pekerja Keras

Bukan hanya menyediakan berbagai kebutuhan hidup, Segundo juga mendidik Carlos Tevez dengan baik. Dia mengajari keponakannya jadi pekerja keras dengan menunjukkan contoh konkret.

- Advertisement -

“Saat libur, aku diajak ke tempatnya bekerja. Ketika pulang, pada pukul 7 atau 8 malam, saudaranya mabuk dan tergeletak di jalan. Dia menarik tanganku agar melihat saudaranya itu. Dia mengatakan kepadaku, andai tak belajar dan bekerja, aku akan senasib dengan sauadaranya yang juga pamanku,” ujar Tevez lagi.

Ketulusan kasih yang diberikan Segundo sebagai ayah sambung membuat Carlos Tevez merasakan ikatan batin luar biasa kuat. Dia mengatakan, sempat tampil dengan semangat berbeda saat membela Juventus melawan Parma pada 9 November 2014 karena kehadiran sang paman. Bahkan, putusan kembali ke Argentina pun demi sang ayah sambung.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

- Advertisement -

More From Author

- Advertisement -

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img