Cedera Bahu Lagi, Gelandang Singapura Enggan Menyerah

BACA JUGA

Banner Gamespool

Football5Star.com, Indonesia – Semangat baja ditunjukkan Gabriel Quak. Gelandang timnas Singapura itu tetap yakin bisa tampil lagi di Piala AFF 2020 meskipun menderita cedera bahu. Seburuk apa pun kondisinya, dia siap main bila pelatih Tatsuma Yoshida menghendakinya.

Kegigihan dan mental baja sudah diperlihatkan Quak saat lawan Filipina. Terkapar karena cedera bahu setelah berdual dengan Justin Baas, dia sempat mendapat perawatan dari tim medis Singapura. Namun, dia lantas bangkit dan bermain lagi selama 5 menit hingga digantikan Song Ui-young pada menit ke-60.

Gabriel Quak mengalami cedera bahu saat Singapura menang 2-1 atas Filipina.
straitstimes.com.sg
- Advertisement -

“Sakitnya mungkin 9 dari 10 dan suaranya sungguh mengerikan, ujar Gabriel Quak seperti dikutip Football5Star.com dari The Straits Times. “Aku merasa sebagai bagian penting di tim dan tak mau merugikan negeriku. Aku akan mengambil risiko apa pun dengan dukungan penuh dari klubku.”

Menurut Quak, cedera itu sebetulnya pengulangan dari yang terjadi saat lawan Maroko. “Seminggu setelah cedera, aku merasa baik-baik saja dan bisa kembali berlatih ringan. Aku bicara dengan pelatih. Dia bilang membutuhkanku. Jadi, meskipun hanya ada 1 atau 2 persen peluang, aku akan memanfaatkannya,” kata dia.

Gabriel Quak Dipuji Yoshida

- Advertisement -

Kegigihan itu tetap ditunjukkan Gabriel Quak meskipun kans untuk kembali membela timnas Singapura di Piala AFF 2020 bisa dikatakan sirna. Dia belum mau menyerah demi menebus kegagalan pada edisi sebelumnya yang terasa menyesakkan dan memalukan.

“Aku tak lagi bermain untuk diri sendiri. Aku bermain untuk negeriku, keluarga, dan rekan-rekan yang tumbuh bersamaku di tim. Kami telah tampil buruk pada tiga edisi sebelumnya dengan tersisih pada fase grup. Tahun ini, kami merasa bisa meraih sesuatu yang spesial. Aku ingin memberikan kontribusi terbaik bagi tim. Aku tak akan menyerah sekalipun cedera,” urai Quak lagi.

Mentalitas Gabriel Quak dipuji pelatih Tatsuma Yoshida.
Getty Images
- Advertisement -

Gelandang berumur 30 tahun itu menegaskan, sakit dari cedera bahu saat lawan Filipina tak ada apa-apanya dibanding kegagalan lolos ke semifinal. Dia tak mau merasakan rasa sakit itu lagi pada Piala AFF 2020 kali ini. Menurut dia, The Lions bisa meraih prestasi istimewa pada gelaran kali ini.

Mentalitas Gabriel Quak tak lepas dari perhatian Tatsuma Yoshida. Dia pun tak ingin kehilangan sang pemain. “Gabriel telah bekerja sangat keras untuk comeback. Biasanya dia main sebagai winger, tapi tampil lebih sebagai no. 10 saat lawan Filipina. Dia akan tetap bersama kami hingga akhir,” ucap pelatih Jepang itu.

- Advertisement -

More From Author

- Advertisement -

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img