Di Italia, Pemain Muda Sulit Dapat Kesempatan Bermain

BACA JUGA

Football5Star.com, Indonesia – Pemain Italia U-21, Nicolo Fagioli, mengakui bahwa pemain muda seperti dirinya sulit untuk mendapatkan kesempatan bermain di Italia. Fagioli mengatakan bahwa ini yang menjadi permasalahan jika dibandingkan dengan liga top lainnya.

Kembali gagalnya Gli Azzurri ke Piala Dunia membuat banyak orang kembali mempertanyakan kualitas pemain muda di Serie A. Banyak pemain muda yang jarang mendapatkan kesempatan bermain di Serie A.

Di Italia, Pemain Muda Sulit Dapat Kesempatan Bermain - Samuele Ricci, Raoul Bellanova (Getty Images)
Getty Images
- Advertisement -

Dan itu terlihat di daftar skuat Italia U-21 saat ini. Banyak pemain yang bermain di Serie B, walaupun mereka dimiliki oleh klub besar. Salah satunya Fagioli sendiri, dimana dia masih berstatus pemain Juventus, tapi kini dipinjamkan ke Cremonese.

“Saya melihat itu di Spanyol, mungkin tidak begitu banyak di Inggris, tetapi di Jerman dan Prancis juga, lebih banyak pemain muda bisa bermain daripada di Italia,” kata Fagioli seperti dilansir Football5Star.com dari Tuttomercatoweb.

- Advertisement -

Fagioli sendiri saat ini mencatatkan 3 gol dan 6 assist di 27 laga Serie B bersama Cremonese. Namun bersama Juventus, dia hanya mendapatkan 20 menit jam bermain pada Februari 2021 melawan Crotone.

Nicolo Fagioli: Di Italia, Pemain Muda Mudah Dikritik

Di Italia, Pemain Muda Sulit Dapat Kesempatan Bermain - Nicolo Fagioli (Gianluca di Marzio)
Gianluca di Marzio

Fagioli mengungkapkan permasalahan bagi para pemain muda saat ini adalah mereka mudah sekali dikritik saat melakukan kesalahan. Dan hal itu membuat mereka dipinjamkan ke klub yang lebih rendah.

- Advertisement -

“Saya dapat mengatakan bahwa ketika datang ke Italia, seorang pemain muda mungkin mendapat kesempatan, membuat kesalahan dalam satu atau dua pertandingan, dia dikritik, orang-orang mengatakan dia tidak siap dan kemudian dia dikirim untuk pengalaman di level yang lebih rendah,” ujarnya.

“Jadi sulit bagi seorang pelatih untuk memilih seseorang secara konsisten. Kami dapat merasakannya dan melihat itulah yang terjadi, bahwa klub-klub cenderung tidak menaruh kepercayaan pada pemain muda. Kami berharap segalanya akan berubah seiring waktu.”

- Advertisement -

More From Author

- Advertisement -

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img