Dino Toppmoeller Diminta Tiru Julian Nagelsmann di Lapangan

BACA JUGA

Banner Gamespool

Football5Star.com, Indonesia – Bayern Munich masih belum bisa didampingi pelatih Julian Nagelsmann saat melawat ke markas Union Berlin, akhir pekan ini. Alhasil, asisten pelatih Dino Toppmoeller akan kembali mengambil alih komando dari pinggir lapangan. Ini untuk kali keempat dia melakoni peran tersebut.

Untuk laga lawan Union, Toppmoeller akan mendapat sorotan lebih lebih banyak. Maklum saja, Bayern baru dibantai 5 gol pada balas pada putaran II DFB Pokal, tengah pekan lalu. Saat itu, dia dianggap punya andil besar karena tak menunjukkan reaksi positif dari pinggir lapangan.

Dino Toppmoeller dinilai Mario Basler terlalu pasif sebagai pelatih saat Bayern Munich digasak Borussia Moenchengladbach.
Getty Images
- Advertisement -

“Pada 45 menit pertama, dia hampir hanya duduk di bangku cadangan dan tak melakukan intervensi. Padahal, itu adalah tugas yang harus diambil asisten pelatih ketika pelatih berhalangan. Dia seharusnya melakukan perubahan,” ujar Mario Basler, eks bintang Bayern, seperti dikutip Football5Star.com dari Sport1.

Bagi Basler, memegang peran sebagai pelatih, Toppmoeller harus bersikap seperti Nagelsmann. Artinya, dia harus lebih aktif berteriak, memberikan instruksi dan motivasi dari pinggir lapangan. Apalagi ketika melihat permainan Joshua Kimmich cs. tak berkembang atau tim berada dalam tekanan.

Dino Toppmoeller Memang Pendiam

- Advertisement -

Tentu saja tuntutan Mario Basler itu bukan hal mudah bagi Dino Toppmoeller. Seperti diakui sang ayah yang juga pernah melatih di Bundesliga, Klaus Toppmoeller, dia adalah seorang yang pendiam. Sulit membayangkan dia jadi seperti Nagelsmann yang ekspresif di pinggir lapangan.

“Di pinggir lapangan, Dino lebih tenang dibanding saya dulu. Dia juga tak merokok dan sangat menjaga kebugaran. Itu semua didapat dari ibunya yang juga bertubuh ramping,” kata Klaus Toppmoeller mengenai sang anak dalam wawancara dengan Suedwest Rundfunk.

Julian Nagelsmann sangat ekspresif saat memimpin timnya di pinggir lapangan.
Getty Images
- Advertisement -

Toh, menurut Nagelsmann, sang asisten tak perlu menjadi dirinya. Dia menegaskan, kekalahan telak dari Gladbach bukan karena Toppmoeller tak berteriak di pinggir lapangan. “Dengan saya di pinggir lapangan pun, kami tak akan menang. Memang, saya akan berteriak setelah tertinggal 0-3 atau 0-4 untuk membantu tim,” ucap dia.

Peran sebagai pelatih kepala sebetulnya bukan hal asing bagi Dino Toppmoeller. Pembawaannya yang kalem, tak meledak-ledak, pun tak bermasalah. Faktanya, bersama F19 Dudelange di Liga Luksemburg, dia mampu merebut 7 trofi dalam 4 musim. Pada 2016-17, dia bahkan mengantar klubnya merebut treble winners.

- Advertisement -

More From Author

- Advertisement -

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img