Jauh-Jauh dari Eropa Cuma Main Satu Laga, Dion Cools Bereaksi

BACA JUGA

Banner Baru Gamespool

Football5star.com Indonesia – Terlepas dari kegagalan timnas Malaysia di Piala AFF 2020, bek Dion Cools ternyata menuai pujian. Pasalnya, dia rela datang jauh-jauh dari Eropa meski pada akhirnya cuma memainkan satu laga.

- Advertisement -

Cools semula memang diharapkan bakal menjadi andalan di lini belakang Malaysia. Akan tetapi, oemain berumur 25 tahun itu baru bisa datang jelang laga terakhir grup B karena masih harus membela klubnya di Denmark, FC Midtylland.

PSSI Malaysia: Hati-Hati Lawan Timnas Indonesia

Sial bagi pengoleksi 18 caps untuk timnas U-21 Belgia itu karena Malaysia justru kalah dari Indonesia pada laga terakhir. Alhasil, Harimau Malaya gagal ke babak semifinal, dan perjuangan Cools resmi berakhir pada debutnya di Piala AFF.

Dion Cools Petik Pelajaran dari Piala AFF 2020

- Advertisement -

Meski begitu, pemain yang memulai debut internasionalnya bersama timnas Malaysia pada kualifikasi Piala Duinia 2022 itu tak lantas menyesal. Dia menjadikan perjalanan di Piala AFF 2020 sebagai pembelajaran.

Timnas Malaysia Piala AFF 2020 - Facebook FAM
Facebook FAM

“Tetap menjadi satu kebanggan yang besar. Kami belajar sebagai satu pasukan dan bangkit bersama dengan lebih kuat!,” kata Dion Cools, seperti dikutip Football5star dari unggahan di laman instagram pribadinya.

- Advertisement -

Sementara di sisi lain, tak sedikit pula pihak yang justru mengkritik keberadaan pemain naturalisasi atau keturunan yang berada di skuat Malaysia. Mereka dianggap gagal memberi kontribusi maksimal untuk menaikkan level tim.

Malaysia vs Indonesia - Piala AFF 2020 - Irfan Jaya - @fam_malaysia
twitter.com/fam_malaysia

Di antara yang melempar kritik adalah Menpora-nya Malaysia, Datuk Seri Ahmad Faizal Azumu, hingga mantan striker andalan Harimau Malaya, Safee Sali.

“Kebijakan naturalisasi pemain adalah penyebab kegagalan Malaysia. Program naturalisasi gagal. Sebelum Guilherme De Paula dan Liridon Krasniqi, kami memiliki Mohamadou Sumareh yang telah melakukan sesuatu. Jika program naturalisasi dilanjutkan perlu dipelajari sedalam mungkin selain usia pemain,” kata Safee Sali.

- Advertisement -

More From Author

- Advertisement -

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img