Dion Cools Melihat Ada yang Berbeda dengan Timnas Malaysia

BACA JUGA

Gamespool new banner 2

Football5star.com Indonesia – Bek asal klub Zulte Waregem, Dion Cools, melihat ada yang berbeda dengan timnas Malaysia. Perbedaan itu dirasakannya ketika membela Harimau Malaya menghadapi Filipina pada aga perdana turnamen persahabatan FAS Tri-Nations Series 2022, Rabu (25/3/2022).

Laga melawan Filipina itu sekaligus menjadi debut pelatih asal Korea Selatan, Kim Pan-gon. Malaysia tampil dominan dan mampu mengamankan kemenangan 2-0 berkat gol Akhyar Rashid.

Dikawal Dion Cools, Elkan Baggott gol Timnas Indonesia vs Malaysia Piala AFF 2020 - Affsuzukicup
Affsuzukicup.com
- Advertisement -

Cools, yang bermain lugas sebagai bek kanan, merasakan betul efek sentuhan Pan-gon. Dia melihat, ada yang berbeda dari permainan Malaysia dibanding ketika terakhir kali dia bermain pada fase grup Piala AFF 2020 melawan Indonesia.

“Untuk laga pertama (di bawah asuhan Kim Pan-gon), ini langkah bagus dan berada di jalur yang benar. Semoga kami bisa membangun semuanya dari sini, meraih momentum dan mencoba menyempurnakan setiap keinginan pelatih,” bilang Cools, seperti dikutip Football5star dari ESPN.

- Advertisement -

Meski begitu, dia menyadari apa yang diterapkan Pan-gon bersama timnas Malaysia belum sempurna. Adaptasi masih perlu dilakukan para pemain untuk menerapkan apa yang diinginkan mantan wakil presiden Asosiasi Sepak Bola Korea Selatan itu.

Kemenangan 2-0 atas Filipina membuat Kim Pan-gon memutus tren buruk pelatih Malaysia saat debut.
Facebook FA Malaysia Official

“Tentu saja, butuh waktu untuk pemain memahami apa yang dimau pelatih. Anda bisa lihat sendiri para pemain berusaha benar melakukan apa yang diminta. Kita bisa melihat sungguh berbeda cara kami mengkonstruksi peluang serta pressing jika dibandingkan sebelumnya. Semua berjalan sesuai harapan kami,” sebut Cools lagi.

Dion Cools Berharap Bisa Menularkan Pengalamannya di Eropa

- Advertisement -

Bagi Dion Cools, yang tumbuh besar di Belgia, membela Malaysia sebagai negara asal ibunya memang menjadi kebanggaan. Namun, dia mengakui ada kesulitan yang harus dihadapi setiap harus memenuhi panggilan timnas.

“Sejujurnya, selalu tak mudah (melalui perjalanan Eropa ke Malaysia). Kali ini aku baru tiba di Singapura hanya dua hari lalu. Butuh adaptasi baik itu dalam hal perbedaan waktu dan cuaca,” aku pemain yang pernah membela timnas Belgia pada level U-18 hingga U-21 itu.

Dion Cools dipuji Kim Pan-gon karena mampu menyatu dengan tim dalam waktu sangat singkat.
Facebook FA Malaysia Official

Kendati begitu, dia tetap menikmati setiap rintangan yang dihadapi. Harapannya agar pengalamannya di Eropa bisa berguna serta menular kepada para pemain Malaysia lainnya.

“Aku senang bisa berbagi pengalaman untuk membantu rekan setim. Jika mereka mau mendengarkan, kami bisa menciptakan hal indah bersama ke depannya,” pungkas Cools.

- Advertisement -

More From Author

- Advertisement -

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img