Eks Pemain Persib: Korupsi di Indonesia sangat Mengerikan

BACA JUGA

Banner Baru Gamespool

Football5star.com, Indonesia – Eks pemain Persib, Marcos Flores menceritakan pengalamannya saat bermain di Indonesia. Menurut Flores, ia memiliki banyak hal menarik ketika berkarier di Liga Indonesia.

- Advertisement -

30 Agustus 2016, Marcos Flores menandatangani kontrak 4 bulan bersama Persib Bandung. Sebelum bergabung ke tim Maung Bandung, Flores bermain di klub Liga Cile, Curicó Unido.

Eks Pemain Persib: Korupsi di Indonesia sangat Mengerikan

Bersama Persib, Marcos Flores mencetak 1 gol dari 13 pertandingan. Penampilannya yang cukup apik membuat Flores akhirnya direkrut Bali United. Lakoni 28 laga dan mencetak 8 gol, pemain berposisi gelandang serang ini sekarang bermain di Adelaide City.

- Advertisement -

“Di Indonesia ada budaya yang sangat Budhis. Di jalan-jalan, di toko-toko, orang-orang saling menghormati, tetapi dalam bayang-bayang, semua merasakan cinta dan kedamaian,” ucap eks pemain Persib itu seperti dikutip Football5star.com dari Ole, Minggu (31/10/2021).

Namun yang membuat Flores sedikit aneh ialah soal kondisi sosial di masyarakat Indonesia.

Eks Pemain Persib: Korupsi di Indonesia sangat Mengerikan
- Advertisement -

“Yang kaya sangat kaya dan yang miskin sangat miskin. Korupsi besar ada di negara itu dan menjalar juga sepak bola. Anda bermain untuk tim papan tengah dan Anda menderita sampai ke titik di mana wasit menendang ke arah gawang tim Anda,” tambah eks pemain Persib itu.

Eks Pemain Persib Pernah Kritik Bali United

Pada Januari 2019, eks pemain Persib itu juga sempat menyampaikan kritik tajam kepada mantan timnya, Bali United. Kepada media Australia, FTBL, Marcos Flores mengungkapkan kesulitan yang ia alami saat bermain di Liga Indonesia.

“Saya senang bermain dengan Sergio, kami yang awalnya menempati peringkat ke-12 di liga bisa menjadi peringkat keempat. Lalu salah seorang petinggi klub menawari saya pindah ke Bali United,” kata Flores.

Eks Pemain Persib: Korupsi di Indonesia sangat Mengerikan

“Untuk gaya hidup, semuanya pasti senang bermain di Bali. Namun buat saya, saya selalu ingin bersaing,” tutur eks pemain Persib itu.

“Saya tak ingin selesai begitu saya. Saya selalu ingin bersaing. Saya tak ingin berlibur di pantai dan punya gaya hidup mewah, tapi selalu menelan kekalahan,”

Belakangan, Flores menganggap adak keselapahaman terkait komentarnya tersebut.

“Pada wawancara tersebut wartawan menanyakan tentang perbedaan secara umum sepakbola Indonesia dengan pengalaman saya bermain sebelum ke Indonesia. Jadi saya menjelaskan secara umum perbedaan fasilitas latihan yang saya anggap berbeda,” ujar Marcos Flores.

- Advertisement -

More From Author

- Advertisement -

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img