Emilio Butragueno, Si Burung Bangkai Penguasa La Liga

BACA JUGA

gamespool
Emilio Butragueno, Si Burung Bangkai Penguasa La Liga 5

Football5Star.com, Indonesia – Jauh sebelum Los Galacticos tepatnya di era 1980-an, Real Madrid memiliki sekelompok pemain yang juga mendapatkan sebuah julukan karena permainannya yang luar biasa. La Quinta del Buitre atau Lima Burung Bangkai yang merujuk pada lima pemain Real Madrid saat itu, dan yang paling menonjol adalah Emilio Butragueno.

Berbeda dengan Los Galacticos yang diisi oleh pemain-pemain yang direkrut dengan harga mahal, La Quinta del Buitre berisi 5 pemain yang merupakan produk asli akademi Real Madrid.

- Advertisement -

Kelima pemain itu adalah Manuel Sanchis (sweeper), Rafael Martin Vazquez (gelandang), Michel (gelandang), Miguel Pardeza (penyerang), dan pemain utamanya, Emilio Butragueno (penyerang).

Emilio Butragueno, Si Burung Bangkai Penguasa La Liga
Marca

Julukan itu berasal dari seorang jurnalis El Pais, Julio Cesar Iglesias. Sejatinya julukan itu merupakan judul artikel yang ingin dibuatnya, menyambut Real Madrid Castilla yang berkompetisi di Segunda Division pada musim 1983-84.

Butragueno jadi yang paling menonjol dan punya julukan El Buitre (Burung Bangkai). Jadilah, dengan saran editornya untuk meyertakan nama Amancio, pelatih Madrid Castilla saat itu, Iglesias kemudian menerbitkan artikel dengan judul “Amancio y La Quinta del Buitre” (Amancio dan Lima Burung Bangkai). Dan musim itu, Castilla berhasil menjadi juara dengan Butragueno berhasil menjadi top skorer.

“Gol beruntun Butragueno adalah demonstrasi kualitas individu yang dia miliki, tetapi juga kombinasi upaya,” tulis artikel itu.

Kuasai Spanyol

Musim 1984-85 merupakan musim pertama Butragueno menjadi pemain reguler. Tapi musim itu cukup mengecewakan di La Liga. Los Blancos hanya bisa finis di posisi kelima, 17 poin di bawah Barcelona. Tapi, Madrid berhasil memenangkan UEFA Cup dimana Butragueno berhasil mencetak 4 gol, dan Copa del Rey.

Titik balik musim Madrid ada di musim panas tahun 1985, ketika mereka merekrut Hugo Sanchez dari Atletico Madrid. Bersama penyerang Argentina, Jorge Valdano, trio penyerang Butragueno-Sanchez-Valdano menjadi trio paling menakutkan di Spanyol.

Emilio Butragueno, Si Burung Bangkai Penguasa La Liga
Pinterest

Musim 1985-86 bersama pelatih Luis Molowny, Madrid berhasil kembali mempertahankan gelar UEFA Cup dan kini berhasil meraih gelar La Liga untuk pertama kalinya dalam 6 tahun. Trio penyerang itu mencetak masing-masing dua digit angka gol.

Butragueno memperkenalkan dirinya pada dunia di Piala Dunia 1986 bersama Spanyol dimana dia mencetak 5 gol, torehan gol yang sama dengan Diego Maradona, dan 4 gol dia cetak melawan Denmark di babak 16 besar.

Musim 1986-87, Madrid kembali menjadi juara La Liga. Torehan gol Butragueno sendiri sebenarnya tak begitu banyak walaupun kembali menyentuh dua digit angka karena Hugo Sanchez yang menjadi ujung tombak utama, Tapi Butragueno sendiri mengakui bahwa selain mencetak gol, dia juga senang membuat peluang dan memberi assist.

“Salah satu cara menikmati permainan adalah dengan mencetak gol. Tetapi yang lain adalah dengan menghasilkan permainan yang bagus atau melalui menciptakan gol untuk rekan satu tim. Jika sebuah pertandingan selesai dan saya telah mencetak dua gol, tetapi tidak bermain dengan baik, maka saya tidak akan merasa senyaman itu,” katanya.

Butragueno bersama Sanchez akhirnya berhasil memenangkan La Liga di tiga musim selanjutnya sampai tahun 1990 sebelum akhirnya diberhentikan oleh Barcelona-nya Johan Cruyff.

Gagal di Eropa

La Quinta del Buitre memang menguasai Spanyol, tapi di Eropa mereka gagal total. Ya, Butragueno memang bisa membawa Madrid juara UEFA Cup dua kali, tapi dia selalu gagal di European Cup dan Madrid sering kandas di semifinal.

Pada musim 1986-87, mereka harus dibantai Bayern Munich 4-1 di leg pertama semifinal walaupun Butragueno mencetak satu-satunya gol Madrid dan hanya bisa membalas 1-0 di leg kedua.

Musim 1987-88 yang bisa dibilang paling menyakitkan. Butragueno bersama rekan timnya sudah mengalahkan Napoli-nya Maradona, juara bertahan Porto, dan tim yang mengalahkan mereka musim lalu, Bayern Munich. Di semifinal, mereka bertemu PSV Eindhoven yang hanya lolos karena hanya menang gol tandang melawan Bordeaux.

Emilio Butragueno, Si Burung Bangkai Penguasa La Liga
Squawka

Pada leg pertama, Madrid hanya bisa imbang 1-1 di Santiago Bernabeu. Walaupun begitu, mereka datang ke Belanda dengan penuh kepercayaan diri di leg kedua. Tapi yang terjadi, kiper PSV, Hans van Breukelen, melakukan penampilan luar biasa dan skor berakhir imbang 0-0. PSV lolos ke final dan akhirnya menjadi juara. Butragueno mengakui itu adalah malam terburuk dalam kariernya.

Pada musim 1988-89, mereka berhasil membalas dendam dengan mengalahkan PSV di perempat final dan Los Blancos kembali lolos ke semifinal. Tapi di semifinal, mereka akan melawan AC Milan-nya Arrigo Sacchi. Dan Butragueno cs kalah, telak, 6-1!

Musim 1989-90 merupakan musim terakhir Butragueno bermain di European Cup karena rentetan juara La Liga Madrid diberhentikan oleh Barcelona. Dan kini mereka kalah di perdelapan final, dengan lawan yang sama, AC Milan.

Emilio Butragueno akhirnya mulai tersingkirkan dari starting XI pada musim 1994-95. Dia hanya bermain 8 kali, tapi timnya berhasil meraih gelar La Liga dengan Ivan Zamorano sebagai ujung tombak. Butragueno akhirnya dijual ke klub Meksiko, Calaya pada musim depannya dan pensiun pada 1998.

Total Butragueno bermain 460 kali untuk Madrid dan mencetak 171 gol. Dia berhasil meraih 6 gelar La Liga, 2 Copa del Rey, 4 Piala Super Spanyol, dan 2 UEFA Cup. Butragueno juga berhasil menduduki peringkat ketiga di Ballon d’Or dua kali pada 1986, dan 1987.

- Advertisement -

More From Author

- Advertisement -

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img