FIFA Mungkin Bikin Pemegang Hak Siar Teriak-Teriak

BACA JUGA

Football5Star.com, Indonesia – Rekomendasi FIFA yang menginginkan tak ada lagi pertandingan Liga 1 2022-23 malam hari, mungkin bikin pemegang hak siar teriak-teriak. Namun, rekomendasi mereka jelas dibuat untuk memikirkan kebaikan bersama.

Seperti diketahui, induk sepak bola dunia itu baru saja berkomunikasi dengan Presiden Joko Widodo. Mereka mengirimkan surat yang salah satu isinya ialah bakalan berkantor di Indonesia, serta tak akan menjatuhkan sanksi terkait insiden Kanjuruhan.

FIFA Mungkin Bikin Pemegang Hak Siar Teriak-Teriak
football5star.com/wandasyafii
- Advertisement -

Akan tetapi, ada sejumlah hal yang mereka soroti, salah satunya soal Liga 1 yang main terlalu malam. Diketahui memang ada beberapa pertandingan kompetisi strata satu sepak bola Indonesia tersebut yang bermain 20:30 WIB.

“Poin empat ini lebih menarik, mungkin untuk dunia televisi akan teriak-teriak, bahwa pertandingan tidak lagi diperbolehkan di atas jam 5 (sore),” ungkap Erick Thohir dikutip dari kanal YouTube Kompas TV

FIFA Mungkin Bikin Pemegang Hak Siar Teriak-Teriak
GMA Network
- Advertisement -

“Di situ FIFA menyoroti soal kendaraan umum. Kalau di malam hari tidak ada kendaraan umum, suporter jadi tidak mudah pulang dan bisa menyebabkan kerumunan, yang kemudian berpotensi menimbulkan perseteruan,” tambah dia.

FIFA Ingin Mempermudah Suporter

Erick Thohir yang baru saja bertemu Gianni Infantino menjelaskan alasan jam tayang paling malam jam 5 sore ialah untuk kemudahan suporter. akses transportasi publik. “Karena kalau mereka habis tanding tidak ada kendaraan umum dan menunggu berjam-jam, itu bisa menyebabkan frustrasi,” papar dia.

FIFA Berkantor di Indonesia, Jelas Jadi Hal Serius
PSSI
- Advertisement -

“Kemudian suporter nantinya wajib masuk dalam database, seperti di Eropa. Semua suporter di Eropa sudah teregistrasi. Jadi masing-masing suporter juga bertanggung jawab ketika sudah terdaftar. Kalau suporter tersebut melakukan tindakan-tindakan kriminalitas, data itu sudah tercatat,” tutup pria yang juga Menteri BUMN itu.

- Advertisement -

More From Author

- Advertisement -

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img