Final Dua Tim Senegara, Sinyal Buruk untuk Manchester City

BACA JUGA

Banner Gamespol Baru

Football5Star.com, Indonesia – Pentas Liga Champions 2020-21 akan resmi ditutup pada akhir pekan nanti. Manchester City dan Chelsea akan bertarung di Estadio Do Dragao pada partai final yang semula dijadwalkan berlangsung di Istanbul, Turki.

Menatap final Liga Champions, Manchester City memang lebih diunggulkan untuk meraih kemenangan. Performa lebih stabil dan keberadaan Pep Guardiola yang pernah dua kali juara bersama Barcelona jadi salah satu faktornya.

- Advertisement -

Akan tetapi, The Cityzens harus mewaspadai satu hal. Itu adalah catatan unik pertemuan dua tim senegara pada final Liga Champions. Sebelumnya, hal tersebut sudah 7 kali terjadi dan sang pemenang selalu saja tim yang punya koleksi gelar lebih banyak pada ajang ini.

Kekalahan Tottenham Hotspur dari Liverpool pada final iga Champions 2018-19 jadi hantu bagi Manchester City.
deportece.com

Tengok saja, Real Madrid menang atas Valencia pada 1999-00 dan dua kali menaklukkan Atletico Madrid pada 2013-14 dan 2015-16. Lalu, AC Milan mengunguli Juventus pada 2002-03. Kemudian, Manchester United mengalahkan Chelsea pada 2007-08, Bayern Munich menaklukkan Borussia Dortmund pada 2012-13, dan Liverpool menggasak Tottenham Hotspur pada 2018-19.

Valencia, Atletico, Chelsea, dan Tottenham sama-sama tanpa gelar juara saat menjalani final dengan menghadapi rival senegara tersebut. Adapun Juventus kalah koleksi gelar dari Milan. I Bianconeri saat itu punya 2 gelar, sedangkan I Rossoneri sudah 5 kali juara. Demikian pula Dortmund dengan 1 gelar juara yang kalah dari Bayern dengan 4 gelar.

Man. City Dihantui Rekor Debutan Final

Hal lain yang harus dicermati Manchester City, ini adalah final pertama mereka di Liga Champions. Sementara itu, bagi Chelsea, ini merupakan final ketiga. Selain pada 2007-08, The Blues juga lolos ke final pada 2011-12. Pada kesempatan kedua, mereka mampu tampil sebagai juara.

Dalam final yang menautkan dua tim senegara, tim yang baru kali pertama tampil pada partai puncak selalu gigit jari. Valencia dihajar Real Madrid 0-3, sementara Chelsea ditekuk lewat adu penalti oleh Manchester United. Terakhir, Tottenham Hotspur kalah 0-2 dari Liverpool.

Borussia Dortmund pada 1996-97 jadi satu-satunya muka baru di final yang mampu juara Liga Champions.
espn.com

Secara umum, muka baru di final memang sulit membuat kejutan. Sejak era Liga Champions pada 1992-93, para muka baru di final hampir selalu kandas. Tengok saja Paris Saint-Germain pada musim lalu. Kemudian, lihat juga Arsenal (2005-06), AS Monaco (2003-04), dan Bayer Leverkusen (2001-02). Ini tentu jadi handicap bagi Man. City.

Satu-satunya anomali adalah Borussia Dortmund. Wakil Jerman tersebut menjadi muka baru di final Liga Champions pada 1996-97. Namun, tim asuhan Ottmar Hitzfeld kala itu mampu membuat kejutan dengan menang 3-1 atas Juventus yang lebih berpengalaman dan diunggulkan menang mudah.

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

- Advertisement -

More From Author

- Advertisement -

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img