Gabung Hertha Berlin, Stevan Jovetic Gapai Kesempurnaan

BACA JUGA

Banner Gamespol Baru

Football5Star.com, Indonesia – Perjalanan karier sebagai pesepak bola akhirnya membawa Stevan Jovetic berlabuh di Liga Jerman. Selasa (27/7/2021), dia resmi menjadi pemain Hertha Berlin setelah kontraknya dengan klub Ligue 1, AS Monaco, berakhir.

Dalam usia 31 tahun, Jovetic bisa dikatakan sudah mendekati pengujung karier. Namun, bila nanti akhirnya gantung sepatu, dia dipastikan puas karena sudah mencapai sebuah kesempurnaan. Bukan soal gelar, melainkan pengalaman merambah liga-liga teras di Eropa. Hal itu pula yang diungkapkan pada wawancara pertamanya sebagai pemain Hertha.

- Advertisement -

“Bundesliga adalah satu-satunya liga besar di Eropa yang belum pernah kujajal. Aku tak sabar menantikan tantangan baru dengan stadion indah, para fan hebat, dan kondisi bagus,” urai Stevan Jovetic seperti dikutip Football5Star.com dari Tuttomercatoweb.

Stevan Jovetic kini lengkap bermain di lima liga teras Eropa.
Getty Images

Bermain di Liga Jerman memang membuat karier Jovetic lengkap. Pengembaraannya dimulai di Liga Italia pada 2008 bersama Fiorentina di Serie A. Pada 2013, dia pindah ke Manchester City di Liga Inggris. Namun, dua musim kemudian, dia kembali ke Serie A setelah dipinjamkan The Cityzens ke Inter Milan.

Petulangan berikutnya membawa Jovetic ke Liga Spanyol pada Januari 2017 setelah dipinjam Sevilla dari Inter. Setengah musim di sana, dia akhirnya diangkut AS Monaco ke Ligue 1. Dia bertahan di sana hingga akhirnya dipinang Hertha Berlin.

Stevan Jovetic Jadi Orang Ketiga

Menjajal Serie A, Premier League, LaLiga, Bundesliga, dan Ligue 1 adalah prestasi tersendiri. Bahkan para bintang fenomenal pun tak aa yang melakukannya. Diego Maradona hanya mengecap pengalaman di Liga Italia dan Spanyol, Ronaldinho cuma main di Liga Prancis, Spanyol, dan Italia. Cristiano Ronaldo saat ini pun baru menjajal Liga Inggris, Spanyol, dan Italia.

Sepanjang sejarah, Stevan Jovetic adalah orang ketiga yang menjajal lima liga teras Eropa dalam kariernya. Dua pemain yang lebih dulu melakukan hal itu adalah striker Rumania, Florin Raducioiu, dan gelandang asal Denmark, Christian Poulsen. Mereka melakukannya pada dekade berbeda.

Seperti Jovetic, Raducoiu memulai petualangannya di Liga Italia bersama Bari pada 1990. Setelah sempat membela Hellas Verona, Brescia, dan AC Milan, dia hengkang ke Liga Spanyol dengan menerima tawaran Espanyol pada 1994. Dua tahun kemudian, Raducioiu dipinjamkan ke West Ham United di Premier League.

Setelah masa pinjamannya selama semusim berakhir, Raducioiu kembali dipinjamkan Espanyol. Kali ini ke klub Bundesliga, VfB Stuttgart. Setahun di sana, dia kembali ke Espanyol untuk kemudian dilepas ke Brescia. Pada 2000, penyerang Rumania itu akhirnya berlabuh di Ligue 1 setelah dikontrak AS Monaco.

Poulsen Lebih Lengkap

Christian Poulsen pernah berlaga di enam liga besar Eropa.
Getty Images

Adapun kisah Poulsen berbeda dengan Raducioiu dan Jovetic. Dia memulai penaklukan lima liga teras Eropa di Liga Jerman pada 2002. Saat itu, dia pindah dari FC Kobenhavn ke FC Schalke 04. Bertahan empat musim, dia kemudian hijrah ke Sevilla di LaLiga secara gratis karena kontraknya usai.

Dua tahun di Sevilla, Poulsen lantas dibeli Juventus. Dua tahun berikutnya, Liverpool yang tertarik menggunakan jasa gelandang bertahan tangguh ini. Namun, petualangannya di Premier League bersama The Reds hanya berlangsung semusim. Dia lantas ditransfer ke klub Ligue 1, Evian.

Dibandingkan Florin Raducioiu dan Stevan Jovetic, Christian Poulsen bisa dibilang lebih lengkap. Pasalnya, dia juga sempat mencicipi atmosfer Eredivisie. Dia bergabung dengan AFC Ajax pada 2012 dan bahkan mengakhiri kariernya di sana pada 2014.

[better-ads type=’banner’ banner=’156435′ ]

- Advertisement -

You Might also like

More From Author

- Advertisement -

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img