Gara-Gara Boikot, Dortmund Cetak Rekor Jumlah Penonton Terendah

Football5Star.com, Indonesia – Fans Borussia Dortmund membuktikan ancaman mereka. Selasa (27/2/2018) dinihari WIB, sebagian bangku di tribun Stadion Signal Iduna Park kosong. Jumlah fans yang melakukan boikot terhadap pertandingan Senin malam waktu setempat bahkan membuat klub asal Lembah Ruhr itu mencatat jumlah penonton terendah dalam 20 tahun terakhir.

Berdasarkan data yang diumumkan MC stadion, Norbert Dickel, jumlah penonton yang menyaksikan laga Dortmund versus FC Augsburg hanya 54.300 orang. Padahal, untuk laga Bundesliga 1, setidaknya 80.000 orang yang datang menyesaki Signal Iduna Park. Adapun untuk laga internasional dan antarklub Eropa, biasanya ada 60.000 penonton yang hadir.

Hanya 54.300 penonton yang menyaksikan langsung laga Borussia Dortmund vs FC Augsburg.
sport1.de

Menurut CEO Dortmund Hans-Joachim Watzke, sangat mungkin jumlah penonton yang rendah tersebut bukan melulu karena aksi boikot. Kepada Eurosport, dia menduga ada sebagian orang yang enggan ke stadion karena cuaca yang sangat dingin.

Adapun terkait aksi yang dilakukan para fans yang dimotori Aliansi Tribun Selatan, manajemen Die Schawarzgelben menghargainya. Hal itu bahkan diungkapkan Dickel melalui mikrofon di tangannya sebelum pertandingan berlangsung.

“Kami menerima dan menghormati bahwa ada begitu banyak penonton yang bertahan di rumah. Kami menentang perubahan hari pertandingan. Kami akan membawa masalah ini kepada DFL pada masa sidang berikutnya. Kami hanya akan memainkan pertandingan Senin malam hanya bila ada pertimbangan dari sisi olahraga,” tegas mantan pemain Dortmund tersebut.

Ketiadaan sejumlah pendukung fanatik menimbulkan dampak negatif. Tak ada koreografi yang biasa disajikan di tribun Selatan. Hanya spanduk berisi penolakan terhadap pertandingan Senin malam yang terlihat di stadion. Lalu, Die Schwarzgelben pun hanya bermain imbang 1-1 dengan tim yang berada di papan tengah klasemen sementara Bundesliga 1 itu.

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More