Gianluigi Donnarumma Masih Mau Bertahan di PSG

BACA JUGA

Banner Gamespool

Football5Star.com, Indonesia – Kiper Paris Saint-Germain, Gianluigi Donnarumma mengakui dirinya mengalami kesulitan dimusim pertamanya bersama Les Parisiens. Namun dia menegaskan bahwa dirinya tetap ingin bertahan bersama klub.

Donnarumma tidak benar-benar menjadi kiper utama PSG karena dia selalu bergantian dengan Keylor Navas di setiap laga.

- Advertisement -

Dia mengatakan bahwa musim depan kemungkinan tidak akan ada momen seperti itu lagi, dengan berarti salah satu antara Donnarumma dan Navas akan dilepas, dan Donnarumma tak mau itu adalah dirinya.

Gianluigi Donnarumma - Timnas Italia - Piala Dunia 2022 - Ole
Ole

“Saya ingin bertahan di PSG. Saya senang dengan trofi pertama saya dengan jersi Paris Saint-Germain. Saya sangat bangga menjadi bagian dari klub ini, yang sangat ambisius dan selalu membidik lebih tinggi,” ucap Donnarumma seperti dilansir Football5Star.com dari AFP.

- Advertisement -

“Ketika saya tiba, saya tidak merasakan tekanan dari Euro, meskipun tidak mudah untuk beradaptasi.

“Ini bukan musim yang mudah, saya tahu saya bisa berbuat lebih banyak, saya memainkan setengah pertandingan dan saya tidak bisa memberikan yang terbaik, tetapi saya yakin saya bisa memberikan lebih banyak untuk tim ini dan klub ini.

- Advertisement -

“Berbagi posisi dengan Navas? Tidak, saya rasa tidak akan seperti itu. Klub akan membuat pilihan. Saya memiliki hubungan yang baik dengan Keylor, kami adalah dua orang baik, kami memahami situasinya, tetapi itu juga sulit baginya.”

Gianluigi Donnarumma Tak Merasa Bersalah Saat Blunder Lawan Real Madrid

Presiden PSG Ancam Bunuh Staf Real Madrid dan Labrak Wasit - Gianluigi Donnarumma - Karim Benzema - Goal
Goal

Momen terburuk Donnarumma musim ini tentu saja saat dia melakukan blunder di laga babak 16 besar Liga Champions melawan Real Madrid yang menyebabkan gol pertama sebelum akhirnya Madrid bisa memutarbalikkan keadaaan.

Donnarumma mengatakan bahwa dirinya tak merasa bersalah dan tak mau membicarakan masa lalu.

“Saya tidak merasa bersalah, tidak sama sekali. Kami tahu apa yang terjadi, gol itu bukan gol reguler, tapi kami bisa menangani sisa pertandingan dengan lebih baik,” ujar eks AC Milan itu.

“Tapi sekarang kami harus melihat ke depan, masa lalu adalah masa lalu, tidak ada yang bisa kami lakukan untuk kembali dan bermain di Liga Champions lagi.

“Tahun depan kami akan menunjukkan kepada semua orang siapa kami. Kami memiliki semuanya untuk menang di Eropa, tetapi itu tidak boleh menjadi obsesi.

“Obsesi tidak akan membawa kita ke mana-mana, kita hanya harus tetap tenang, melakukan apa yang kita tahu bagaimana melakukannya, bermain sepak bola, bekerja dan hasilnya akan datang.”

- Advertisement -

More From Author

- Advertisement -

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img