Gol Patrik Schick Tidak Terjadi Secara Kebetulan

BACA JUGA

Prediksi: Belanda vs Argentina

Prediksi: Kroasia vs Brasil

Prediksi: Portugal vs Swiss

Prediksi: Maroko vs Spanyol

Football5star.com, Indonesia – Patrik Schick, striker Republik Cheska mengaku bahwa gol kedua yang ia cetak dari jarak 54 yard ke gawang Skotlandia, sebenarnya sudah direncanakannya sejak babak pertama. Hal itu lantaran Patrik Schick memperhatikan kiper David Marshall selalu berdiri jauh dari gawangnya.

“Saya sudah memperhatikan di babak pertama, saya menduga situasi seperti itu akan datang. Saya tahu dia selalu berdiri jauh dari garisnya. Jadi ketika bola datang, saya melihat dengan cepat di mana dia berdiri. Saya melihatnya ia terlalu jauh, jadi saya mencoba menendang bola itu,” ucap Schick seperti dikutip Football5star.com dari ESPN, Selasa (15/6/2021).

Patrik Schick, Anak Penjual Permen yang Cetak Gol Sensasional di EURO 2020
- Advertisement -

“Itu adalah gol yang bagus,” tambah Schick. Pelatih Republik Cheska, Jaroslva Silhavy pun menyebut bahwa gol itu menjadi bukti bahwa Schick ialah pemain yang jenius.

“Anda bisa melihat kejeniusannya. Saya senang dia mencetak gol seperti itu. Kami tahu dia jenius. Dia tahu bagaimana menyelesaikan dan itulah mengapa dia ada di sana,”

- Advertisement -

“Gol pertama adalah umpan silang dan sundulan darinya. Sedangkan gol kedua adalah sesuatu yang luar biasa,” ungkap Silhavy.

Gol Patrik Schick menjadi yang terjauh sepanjang sejarah perhelatan EURO. Gol dari pemain Bayer Leverkusen ini mengalahkan catatan sebelum David Villa di Piala Dunia 2010 dengan jarak 46,5 yard.

- Advertisement -

Menariknya, sebagai seorang striker, Schick mengaku mengidolakan tiga pemain yang pernah mencetak gol dari jarak jauh, David Beckham, Zlatan Ibrahimovic dan Cristiano Ronaldo.

“Jadi pada awalnya saya memiliki poster David Beckham di atas tempat tidur saya,”

“Tetapi saat saya melihat EURO 2004, saya melihat Cristiano Ronaldo dan dia menjadi idola nomor dua saya. Lalu yang terakhir, Zlatan Ibrahimovic, jadi mereka seperti trinitas suci bagi saya,” ucap Patrik Schick.

- Advertisement -

More From Author

- Advertisement -

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img