Goran Pandev, Treble Winner di Inter dan Pahlawan Makedonia Utara

BACA JUGA

gamespool
Goran Pandev, Treble Winner di Inter dan Pahlawan Makedonia Utara 3

Football5star.com, Indonesia – ‘Goran Pandev will never die’. Begitu ucapan sejumlah warganet yang ditujukan untuk striker 37 tahun asal Makedonia Utara itu. Pandev jadi pahlawan untuk negaranya setelah gol tunggalnya ke gawang Georgia mengantarkan Makedonia Utara ke putaran final Euro 2020, Jumat (13/10/2020).

Bertanding di Dinamo Arena, kedua negara sama-sama ingin meraih kemenangan. Hasil tiga poin akan menciptakan sejarah bagi keduanya untuk pertama kali tampil di kompetisi sepak bola bergengi. Dewi Fortuna sayangnya lebih berpihak kepada tim tamu.

- Advertisement -

Setelah di babak pertama kedua tim tak mampu menciptaka gol. Petaka datang untuk Georgia di menit ke-56. Mendapat umpan ciamik dari Ilija Nestorovski, Pandev sukses mengelabui kiper Georgia, Giorgi Loria. Gol Pandev jadi satu-satunya gol yang tercipta pada laga ini.

Kegembiraan pun pecah di kubu Makedonia saat wasit asal Inggris, Anthony Taylor meniupkan peluit panjang pertandingan. Pandev langsung mendapat pelukan dari rekan-rekannya. Ia jadi pahlawan bagi Makedonia Utara.

- Advertisement -

Lolosnya Makedonia untuk pertama kali ke Euro 2020 menambah daftar panjang yang ditorehkan Pandev. Usai pertandingan, Pandev sempat mem-posting video tentang kariernya bersama Makedonia.

“113 pertandingan lebih dari 19 tahun memakai jersey ini banyak dilalui dengan kekalahan, kemenangan, kegembiraan, dan penghinaan. Aku selalu melewati bersamamu, Makedonia Utara,” tulis Pandev.

Karier Goran Pandev

- Advertisement -

Lahir di Strumica. 27 Juli 1983, karier sepak bola Pandev di mulai saat ia bergabung ke Belasica pada 2000. Satu tahun setelahnya, Pandev langsung dilirik klub Serie A, Inter Milan.

Sayangnya di tahun pertama bergabung ke Inter, Pandev lebih banyak menjadi pemain pinjaman. Inter akhirnya melepas Pandev ke Lazio pada 2004. Di Elang Ibu Kota, Pandev menjelma jadi striker berbahaya.

Catatan 48 gol bersama Lazio membuat Inter menyesal melepas Pandev. il Nerazzurri pun mau tak mau merekrut kembali Pandev. Di musim keduanya bersama Inter, Pandev sukses menjadi generasi il Nerazzurri peraih gelar trebel winner di musim 2009-10.

Goran Pandev, Treble Winner di Inter dan Pahlawan Makedonia Utara
getty images

“Saya adalah starter dalam pertandingan paling penting, termasuk final Liga Champions.”

“Saya melakukan semua yang diminta manajer saya, termasuk bermain sebagai pemain sayap, meskipun saya selalu menjadi striker pertama atau kedua,” kenang Pandev beberapa waktu lalu.

Peran Pandev sendiri saat membela Inter Milan memang kalah saing dengan Diego Milito untuk posisi ujung tombak. Meski begitu, Jose Mourinho saat itu mampu mengoptimalkan kecepatan Pandev dengan menempatkannya sebagai winger atau second striker.

Sukses meraih treble winner jadi capaian tertinggi Pandev di level klub dan saat ini ia juga mampu mendapat capaian tertinggi di level tim nasional dengan mengantarkan Makedonia Utara lolos ke putaran final Euro 2020 untuk pertama kalinya.

- Advertisement -

More From Author

- Advertisement -

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img