Greenpeace Minta Maaf Soal Insiden pada Laga Prancis vs Jerman

BACA JUGA

Banner Gamespol Baru

Football5Star.com, Indonesia – Organisasi pencinta lingkungan dunia, Greenpeace, meminta maaf atas insiden yang terjadi pada laga Prancis vs Jerman di Grup F EURO 2020, Rabu (16/6/2021) dini hari WIB. Juru bicara organisasi itu menyatakan, mereka sama sekali tak berniat mengganggu salah satu big match di Grup F tersebut.

Jelang sepak mula Prancis vs Jerman, para penonton di Stadion Allianz Arena dikagetkan oleh seseorang yang terbang dengan menggunakan paraglider dengan parasut berwarna kuning. Orang yang terbang dengan paraglider itu lantas mendarat darurat di atas lapangan setelah tersangkut tali baja yang ada di stadion.

- Advertisement -

Mendarat dalam kondisi tidak begitu baik, orang tersebut sempat dihampiri Antonio Ruediger dan Mats Hummels sebelum akhirnya ditangani oleh pihak keamanan stadion. Ternyata orang itu adalah aktivis Greenpeace yang melancarkan protes terhadap Volkswagen, salah satu sponsor EURO 2020.

Pada parasut kuning yang dipakai sang aktivis tertulis jelas Greenpeace dan slogan Kick Out Oil. Slogan itu ditujukan kepada Volkswagen untuk menghentikan penjualan mobil-mobil diesel dan bensin yang berkontribusi besar pada perusakan iklim global.

Greenpeace Akui Ada Kesalahan Teknis

- Advertisement -

Insiden pendaratan darurat aktivis Greenpeace memang tak lantas mengganggu laga Prancis vs Jerman. Sepak mula laga yang dipimpin Carlos del Cerro Grande tetap berjalan sesuai rencana. Meskipun demikian, organisasi pencinta lingkungan dunia itu tetap tak enak hati dan meminta maaf.

“Kami memohon maaf atas insiden tersebut,” kata juru bicara Greenpeace kepada Deutsche Presse Agentur seperti dikutip Football5Star.com dari Kicker seraya menjelaskan aksi sang aktivis tidak sesuai dengan rencana sehingga agak mengganggu persiapan laga Prancis vs Jerman.

- Advertisement -

Menurut sang juru bicara, sang pilot paraglider seharusnya tetap berada di satu titik untuk beberapa saat sambil menunjukkan pesan yang tertera pada parasut. Dia sama sekali tak direncanakan mendarat di atas lapangan. Namun, kesalahan teknis yang terjadi membuat sang pilot harus melakukan pendaratan darurat.

Dalam pernyataan resmi yang dirilis lewat akun Twitter, Greenpeace menegaskan aksi sang aktivis sama sekali tak ditujukan untuk mengganggu perhelatan EURO 2020. “Protes ini tak pernah ditujukan untuk mengganggu pertandingan atau mencederai orang. Sayangnya, tak semuanya berjalan sesuai rencana pada aksi ini,” urai mereka.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

- Advertisement -

More From Author

- Advertisement -

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img