Bos Dortmund: Terima Hukuman Bukan Berarti Bellingham Bersalah!

BACA JUGA

Banner Gamespool

Football5Star.com, Indonesia – Jude Bellingham akhirnya dijatuhi hukuman oleh DFB terkait komentar miringnya selepas Der Klassiker. Gelandang Inggris tersebut dijatuhi denda 40.000 euro. Meskipun demikian, CEO Borussia Dortmund, Hans-Joachim Watzke, menegaskan bahwa itu bukan berarti pihaknya mengaku bersalah.

Watzke mengungkapkan, Dortmund memang tak melakukan banding terhadap hukuman yang dijatuhkan DFB. Namun, itu didasarkan pada pertimbangan lain. Dia tak ingin kasus itu berlarut-larut dan kemudian Bellingham malah dijatuhi sanksi lebih berat.

Borussia Dortmund menerima hukuman untuk Jude Bellingham tapi tak mengakui sang pemain bersalah.
Getty Images
- Advertisement -

“Kami menerima hukuman ini karena ingin situasi jadi tenang dan memastikan dia dapat terus bermain,” ujar Hans-Joachim Watzke saat Dortmund menjamu Besiktas pada matchday pamungkas Liga Champions seperti dikutip Football5Star.com dari Sportbuzzer.

Watzke pun mengungkapkan, Bellingham kemungkinan besar tak akan menanggung denda itu sendirian. Dia mengungkapkan iktikad klub menanggung sebagian dari denda tersebut. “Kami akan membicarakan hal itu dengan dia. Kami mungkin akan membagi dua pembayaran denda itu,” ucap dia.

Hans-Joachim Watzke Tampik Tawaran Zwayer

- Advertisement -

Lebih jauh, Hans-Joachim Watzke mengisyaratkan keengganan berdamai dengan wasit Felix Zwayer yang dikritik Jude Bellingham selepas laga Der Klassiker. Dia menampik tawaran sang wasit untuk mengadakan pertemuan karena dinilai tak akan terjaga kerahasiaannya.

“Jika Zwayer mengirimi saya dan Michael Zorc surat pada hari ini dan mendorong pembicaraan, tapi sejam kemudian saya membaca hal yang sama dengan kutipan asli di media, saya bisa katakan bahwa hal itu sangat sulit direalisasikan,” kata Watzke dengan tegas.

Tawaran Felix Zwayer untuk bertemu telah ditolak Hans-Joachim Watzke.
Getty Images
- Advertisement -

Sebelumnya, kepada Bild, Zwayer mengungkapkan keinginan duduk bersama dengan Bellingham dan Dortmund. Dia memandang perlu hal tersebut untuk memberikan pemahaman yang betul kepada sang pemain. Di samping itu, dia pun merasa eks pemain Birmingham City itu seharusnya meminta maaf.

“Pernyataannya jelas-jelas memberikan kesan salah bahwa saya tak memimpin laga dengan pengetahuan dan keyakinan saya. Pernyataan itu bersifat personal, meremehkan, dan tak sopan. Andai diletakkan pada sisi subjektif dan pernyataan emosional, itu tetap jauh dari kenyataan,” urai Felix Zwayer.

Secara khusus, wasit berumur 40 tahun itu menegaskan, “Kata-kata ‘Apa yang bisa Anda harapkan?’ adalah konklusi retoris tentang masa sekarang dan mendatang. Itu pada dasarnya adalah fitnah dan penghinaan. Hal seperti ini tak boleh dibiarkan begitu saja.”

- Advertisement -

More From Author

- Advertisement -

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img