Hanya Menang Tipis di Kandang, Manchester City Rawan Tersisih

gamespool

Football5Star.com, Indonesia – Manchester City meraih kemenangan 2-1 atas Borussia Dortmund pada leg I perempat final Liga Champions, Rabu (7/4/2021) dini hari WIB. Phil Foden jadi pahlawan kemenangan dengan golnya pada menit ke-90 atau 6 menit setelah Marco Reus menyamakan kedudukan.

Kemenangan pada leg I itu sesuai dengan target yang ditetapkan manajer Pep Guardiola. Namun, skor yang hanya 2-1 tidaklah membuat nyaman Manchester City. Berdasarkan hasil serupa pada musim-musim sebelumnya, Gracenote Live menyebut kans The Cityzens dan Die Schwarzgelben untuk lolos ke semifinal sama-sama 50%.

Manchester City menang 2-1 atas Borussia Dortmund pada leg I perempat final Liga Champions.
standard.co.uk

Kewaspadaan wajib diusung tinggi-tinggi oleh Man. City saat melawat ke kandang Dortmund. Pasalnya, sang lawan punya rekor kandang apik di Liga Champions. Sejak 2018-19, Die Schwarzgelben hanya 1 kali kalah di Signal Iduna Park. Sisanya, mereka merebut 7 kemenangan dan 4 kali imbang.

Satu-satunya kekalahan kandang dialami Dortmund pada leg II babak 16 besar musim 2018-19. Menjamu Tottenham Hotspur, mereka takluk 0-1. Gol tunggal Spurs pada laga itu dijaringkan oleh Harry Kane setelah menerima umpan dari Moussa Sissoko.

Guardiola Hanya Sekali Menang

Hal lain yang membuat Manchester City patut waspada adalah catatan sang manajer. Pep Guardiola ternyata tak punya rekor bagus saat melakoni laga tandang pada perempat final Liga Champions. Dia sangat jarang membawa tim asuhannya memetik kemenangan.

Sebelum musim ini, Guardiola telah menjalani 9 laga perempat final di kandang lawan. Rinciannya, 4 kali bersama Barcelona, 3 kali bersama Bayern Munich, dan 2 kali bersama Man. City. Catatan musim lalu tak masuk hitungan karena laga perempat final digelar di tempat netral.

Satu-satunya kemenangan tandang Pep Guardiola pada perempat final Liga Champions adalah saat Barcelona melawat ke markas Shakhtar Donetsk.
rte.ie

Dari 9 laga tandang pada perempat final Liga Champions itu, hanya sekali tim asuhan Guardiola memetik kemenangan. Anomali itu terjadi pada musim 2010-11 saat Barcelona menang 1-0 di kandang Shakhtar Donetsk berkat gol tunggal Lionel Messi.

Lalu, bagaimana hasil pada 8 kesempatan lainnya? Guardiola tercatat membawa tim asuhannya memetik 5 hasil imbang dan 3 kali kalah. Satu hal yang harus diingat, dua kekalahan terakhir dialami bersama Man. City. Mereka takluk 0-3 di kandang Liverpool pada musim 2018-19, lalu kalah 0-1 di markas Tottenham Hotspur pada musim berikutnya.

Satu Asa Manchester City

Bayern Munich asuhan Guardiola imbang 2-2 di kandang Benfica pada perempat final Liga Champions 2015-16.
dnaindia.com

Meskipun demikian, Manchester City bisa lumayan percaya diri menatap lawatan ke markas Borussia Dortmund pada pekan depan. Pasalnya, Pep Guardiola punya catatan lumayan apik saat timnya menjalani tandang pada leg II perempat final Liga Champions.

Dari tiga kesempatan, tim asuhan Guardiola selalu mampu mengamankan hasil yang diperoleh pada leg I dan lolos ke semifinal. Pada 2008-09, Barcelona imbang 1-1 di kandang Bayern dan lolos dengan agregat 5-1. Dua musim kemudian, kemenangan 1-0 di markas Shakhtar membuat agregat kemenangan jadi 6-1.

Adapun pada musim 2015-16, Guardiola membawa Bayern imbang 2-2 di kandang Benfica pada leg II perempat final. Die Roten tetap melenggang ke semifinal karena menang 1-0 pada leg I di kandang sendiri berkat gol tunggal sundulan Arturo Vidal.

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Comments are closed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More