Harry Kane Akui Inggris Masih Dihantui Kegagalan di Piala Dunia 2018

BACA JUGA

gamespool
Harry Kane Akui Inggris Masih Dihantui Kegagalan di Piala Dunia 2018 3

Football5Star.com, Indonesia – Penyerang timnas Inggris, Harry Kane, mengakui rekan-rekan timnya masih dibayang-banyangi kegagalan di Piala Dunia 2018. Namun Kane siap untuk membalas dendam di laga pembuka Grup D nanti.

Inggris akan berhadapan dengan tim yang mengalahkan mereka di semifinal Piala Dunia 2018, Kroasia, pada laga pertama Grup D, Minggu (13/6/21). Kane mengatakan bahwa laga itu masih membekas di hati para pemain The Three Lions.

- Advertisement -

“Tentu saja itu adalah pertandingan yang menyakitkan. Itu adalah pertandingan yang ingin kami menangkan dan kami ingin mencapai Final Piala Dunia, tetapi dalam sepak bola, itu tidak selalu berjalan seperti yang Anda inginkan,” ucap Harry Kane seperti dilansir Football5Star.com dari Mirror.

uefa nations league jadi ajang balas dendam inggris pada kroasia
Daily Mail

Kane melanjutkan, “Kami hanya kalah pada saat itu. Tapi Kroasia adalah tim yang hebat. Kami akan fokus pada tim mereka dan mencoba menghentikan ancaman mereka dan kami akan mencoba menguasai bola dan menciptakan peluang. Ini adalah laga pertama dari sebuah turnamen besar dan yang paling penting adalah melihat ke depan dan mencoba untuk mengalahkan mereka dan memulai dengan awal yang baik.”

- Advertisement -

Pemain Tottenam Hotspur itu meraih penghargaan Golden Boot pada Piala Dunia 2018. Dia senang jika bisa mengulanginya di Euro 2020.

“Sebagai seorang striker, jika Anda mencetak gol, Anda membantu tim. Itu selalu menjadi tujuan saya dan untuk memenangkan pertandingan. Tentu saja, saya ingin sekali memenangkan Sepatu Emas lagi. Lebih penting lagi, saya ingin mengangkat trofi Piala Eropa itu,” kata Kane.

- Advertisement -

Harry Kane melanjutkan, “Apa pun cara kami sampai di sana, apakah itu saya mencetak gol atau yang lain, itu tidak mengganggu saya selama kami memenangkan pertandingan, itu saja yang saya pedulikan. Itulah mengapa kami bermain sepak bola di panggung tertinggi, untuk terlibat dalam pertandingan terbesar dan berada dalam situasi tekanan. Saya pikir begitu kebanyakan pemain berada di lapangan, insting mengambil alih.”

- Advertisement -

More From Author

- Advertisement -

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img