Haruna Soemitro: Kalau Saya Disuruh Out, Tak Masalah

BACA JUGA

Gamespool new banner 2

Football5Star.com, Indonesia – Haruna Soemitro akhirnya buka suara soal dirinya yang diminta oleh netizen untuk mundur dari jabatannya sebagai anggota Exco PSSI. Dia pun kalau disuruh pergi, tak akan mempermasalahkannya.

Seperti diketahui, Haruna belakangan memang jadi sorotan usai berpolemik dengan Shin Tae-yong. Hal itu setelah Shin menghadiri rapat evaluasi dengan PSSI. Haruna sendiri yang menyebut kalau Shin sempat tersinggung ketika ditanya terkait kegagalan Indonesia raih gelar juara Piala AFF 2020.

PSSI Maklumi Debat Haruna Soemitro dan Shin Tae-yong, Tapi…
PSSI
- Advertisement -

Pernyataan itu sontak bikin Haruna Soemitro jadi sasaran kekesalan pendukung timnas. Banyak yang menyebut Haruna terlalu banyak ikut campur dengan timnas yang tengah berproses bersama Shin. Banyak netizen yang akhirnya menyerang Haruna dengan tagar #HarunaOut. Lantas bagaimana tanggapannya?

“Soal tagar STY Stay, ya STY tetap stay. Tapi kalau saya ada voter yang menyuruh saya out, tak masalah. Sepak bola kan ribuan peran, bisa jadi penonton, di klub tak ada, bisa jadi penikmat,” ungkap Haruna Soemitro saat berbincang di Ruang Pandi pada Twitter Spaces yang digelar Pandit Football.

Haruna Soemitro Khawatir Salah Persepsi

PSSI Maklumi Debat Haruna Soemitro dan Shin Tae-yong, Tapi…
PSSI
- Advertisement -

Haruna sendiri sebenarnya khawatir ada salah persepsi saat penyampaian dalam rapat antara PSSI, Shin Tae-yong dan penerjemah. Sebab, bisa saja pernyataan dia kepada Shin salah diartikan oleh si penerjemah.

“Antara bahasa Indonesia dengan penerjemah bisasanya beda konteks. Mungkin yang diterjemahkan kepada Shin sepotong, tak menyeluruh. Begitu ada pertanyaan seperti itu marah Shin. Kemudian dijawab, coach Shin tersinggung. Saya tanya lagi, tersinggung di mana?” kata dia.

Magi Shin Tae-yong Berakhir bak Bunga yang Belum Mekar
- Advertisement -

“Ini yang saya katakan problem komunikasi belum tuntas sehingga rapat kmrin itu, Shin mau ke Bali jam 2 (sore) berhenti. Nah orang berekspektasi deadlock tak ketemu kemudian ada sesi menghakimi. Itu tak ada, diskusi belum tuntas,” tutup dia.

- Advertisement -

More From Author

- Advertisement -

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img