Imbang 2 Kali Beruntun, San Marino Ukir Sejarah Baru

BACA JUGA

Football5star.com, Indonesia – Mendengar kata San Marino, semua sepakat bahwa negara ini hanya menjadi lumbung gol di tiap pertandingan. Maklum saja, negara kecil ini memang paling lemah di dunia sepak bola.

Saat ini mereka berperingkat 210 FIFA. Artinya, tetangga Italia berada di posisi paling buncit. Jika melihat dari kiprahnya selama ini, cukup wajar mereka berada di sana.

- Advertisement -

Mereka pernah kalah 147 kali dari 150 pertandingan resmi. Selama ini mereka hanya meraih satu kemenangan, yakni ketika menekuk Liechtenstein 1-0 16 tahun silam.

Tapi sekarang, San Marino tidak hanya akan diingat sebagai tim paling lemah atau tim yang pernah dihajar Jerman 13 gol tanpa balas 2006 silam. Sekarang, Aldo Simoncini dan kolega akan diingat dengan raihan dua poin dari dua pertandingan beruntun.

- Advertisement -

Ya, untuk pertama kalinya sepanjang sejarah mereka tidak kalah dalam dua pertandingan beruntun. Momen ini terjadi pada ajang UEFA Nations League 2 Grup D. Setelah sebelumnya menahan imbang Liechtenstein, San Marino kembali bermain imbang melawan Gibraltar.

Kendati begitu, masalah belum sepenuhnya selesai. Tim berjuluk Gli Titani masih kesulitan dalam mencetak gol. Mereka masih belum mampu mencetak gol dalam tujuh pertandingan terakhir.

- Advertisement -

Terakhir kali San Marino mencetak gol terjadi November tahun lalu. Adalah Filippo Berardi yang mencetak satu gol pasukan Franco Varrella ke gawang Kazahkstan pada kualifikasi Euro 2020. Dan itu jadi satu-satunya gol negara tersebut dalam tiga tahun terakhir.

- Advertisement -

More From Author

- Advertisement -

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img