[KOLOM] Indonesia Gagal Raih Emas SEA Games Lagi Sih Keterlaluan

BACA JUGA

Banner Gamespool

Football5Star.com, Indonesia – Penantian panjang itu harus segera disudahi. Itulah satu-satunya harapan setiap kali timnas Indonesia berlaga di pentas internasional, tak terkecuali SEA Games. Pasalnya, di ajang itulah Tim Garuda meraih prestasi terakhir.

Stadion Rizal Memorial, 4 Desember 1991. Timnas Indonesia bersua Thailand pada final SEA Games XVI. Tim Garuda menang setelah melalui drama adu penalti. Kiper Edy Harto jadi pahlawan dalam kemenangan 4-3 atas Changsuek setelah imbang 0-0 selama 120 menit.

- Advertisement -

Itu jadi catatan emas terakhir bagi Tim Garuda. Berkali-kali masuk final SEA Games dan Piala AFF, Tim Garuda selalu saja gagal menjadi kampiun. Tak heran bila publik sepak bola negeri ini begitu penuh harap dan selalu menuntut timnas berjaya.

Ricky Kambuaya termasuk dalam 11 pemain yang mengantar Indonesia ke final Piala AFF 2020.
Twitter @PSSI

Tak terkecuali kali ini ketika anak-anak asuh Shin Tae-yong berlaga di SEA Games XXXI. Setelah 31 tahun berlalu, asa meraih medali emas kembali bergelora. Apalagi, PSSI memang menargetkan emas dan sang pelatih pun sangat optimistis untuk mewujudkannya.

- Advertisement -

Harapan melihat Tim Garuda berjaya tidaklah berlebihan. Bahkan, bisa dikatakan, tahun ini adalah saat terbaik bagi kita mengakhiri penantian panjang. Tim asuhan STY punya semua modal untuk menjadi yang terbaik. Akan sangat keterlaluan bila medali emas masih saja gagal diraih.

Pada gelaran SEA Games XXXI, harus diakui, Garuda Muda adalah tim terkuat. Patokannya sederhana saja. Dari 20 pemain yang mengisi skuat Garuda Muda, 11 di antaranya adalah bagian dari tim yang tampil luar biasa dan lolos ke final Piala AFF 2020.

- Advertisement -

Memang benar, Pratama Arhan dan Ramai Rumakiek tak dapat bergabung. Namun, pilar-pilar di semua lini masih ada. Sebut saja Ernando Ari di posisi penjaga gawang, Asnawi Mangkualam, Fachruddin Aryanto, Alfeandra Dewangga di belakang, Ricky Kambuaya dan Rachmat Irianto di tengah, serta Egy Maulana Vikri dan Witan Sulaeman di depan.

Timnas U-23 Indonesia Sudah Disiapkan Lama

Itu jadi pembeda dari tim-tim kuat lain macam Thailand dan Vietnam. Pasalnya, kedua tim itu sama-sama mengandalkan banyak pemain senior saat gelaran Piala AFF 2020. Alhasil, hanya segelintir pemain yang bisa masuk skuat kali ini. Itu pun karena aturan boleh membawa 3 pemain senior.

Meskipun tak secara khusus, Garuda Muda juga sudah ditempa tak kurang dari satu tahun oleh Shin Tae-yong. Harus menangani tiga tim sekaligus, pelatih asal Korea Selatan itu menjadikan para pemain U-23 sebagai tulang punggung. Itu meringankan tugasnya karena seperti menangani 2 tim sekaligus pada saat bersamaan.

Tak bisa dimungkiri pula, Coach STY sudah sejak tahun lalu mempersiapkan tim untuk berlaga di SEA Games XXXI ini. Memang benar, target yang dibebankan PSSI adalah juara Piala AFF 2022. Namun, SEA Games tak kalah penting. Medali emas ajang ini jadi sasaran lain, sasaran antara.

Indonesia punya skuat terkuat di SEA Games XXXI.
Twitter @PSSI

Di Hanoi, Indonesia bukan satu-satunya tim yang sudah “jadi” karena dipersiapkan sedemikian lama. Beberapa tim lain pun begitu. Sebut saja Laos, Kamboja, dan Timor Leste. Namun, mereka tak sekuat Garuda Muda. Di Piala AFF 2020, ketiganya sama-sama tumbang di fase grup.

Khusus untuk SEA Games pun, Garuda Muda menjalani pemusatan latihan yang cukup. Dari durasi, dibandingkan dengan beberapa tim kuat lain, tim asuhan STY hanya kalah dari Vietnam. Adapun Thailand, Malaysia, dan Singapura singkat saja. Thailand bahkan baru berkumpul pada awal Mei.

STY tak kesulitan mengumpulkan para pemain terbaik karena klub-klub tak lagi punya agenda setelah Liga 1 2021-22 berakhir. Ini berbeda dengan Thailand yang tak dapat membawa para pemain Chonburi. Lalu, Malaysia tak bisa menyertakan Arif Aiman Hanapi. Sementara itu, Singapura urung diperkuat Irfan dan Ikhsan Fandi.

Bisa seperti di Filipina

Menilik peta kekuatan tim-tim yang berlaga, pesaing terkuat timnas U-23 Indonesia adalah Vietnam. Walaupun terkendala, tim asuhan Park Hang-seo tertempa lebih baik karena bisa melakukan pemusatan latihan jangka panjang berkat penghentian kompetisi untuk sementara waktu.

Vietnam juga punya DNA juara. Hal itu terbukti pada gelaran Piala AFF U-23 lalu. Dihantam badai COVID-19 sehingga harus bongkar-pasang pemain dari pertandingan ke pertandingan, mereka mampu menjadi juara. Beberapa pemain dari tim itu kini direkrut Coach Park ke timnya.

Ada kemungkinan, skenario kali ini akan sama dengan saat SEA Games XXX di Filipina. Garuda Muda dan The Golden Star Warriors berada dalam satu grup, lalu kembali bertemu pada partai puncak untuk memperebutkan medali emas. Tanpa meremehkan 3 tim lain, kedua tim ini rasanya akan mulus melenggang dari Grup A.

Indonesia vs Vietnam di final bisa kembali terulang pada SEA Games XXXI.
Getty Images

Tentu saja, menilik kekuatan tim yang lebih baik, kans Garuda Muda melakukan revans terhadap Vietnam sangat terbuka. Bahkan, bukan tak mungkin mereka mampu menggasak anak-anak asuh Coach Park pada laga perdana, Jumat (6/5/2022).

Meskipun demikian, timnas U-23 Indonesia tak boleh overconfident. Apalagi sampai menganggap remeh lawan. Masuk ke lapangan dengan keyakinan menang memang sudah seharusnya. Namun, memandang sebelah mata lawan adalah pantangan.

Garuda Muda tak boleh lengah, harus tetap waspada hingga gelaran usai. Patut diingat, karena komposisi yang tak jauh beda dengan timnas senior, Garuda Muda bak buku yang setengah terbuka. Para lawan tentu sudah melakukan analisis guna menemukan penawarnya.

Akan sangat keterlaluan bila Garuda Muda tersandung kaki sendiri di gelaran SEA Games nanti. Entah itu karena terlalu jemawa atau berlaku naif. Datang sebagai tim terkuat, sudah selayaknya Asnawi dkk. menjadi yang terbaik dan mengakhiri penantian 31 tahun. Kalau gagal lagi, sungguh ter..la..lu…

- Advertisement -

More From Author

- Advertisement -

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img