Jacksen F Tiago Malu dengan Kericuhan Laga Persita vs Persipura

BACA JUGA

Banner Baru Gamespool

Football5Star.com, Indonesia – Ricuh yang mewarnai partai uji coba Persita Tangerang vs Persipura Jayapura membuat Jacksen F Tiago mengaku malu dan kecewa. Dia malu karena sebagai pelatih tak bisa menjadi pemimpin yang baik dalam skuat Persipura.

- Advertisement -

Seperti diketahui, Persipura memang mendapatkan kesempatan menghadapi Persita Tangerang dalam sebuah partai uji coba. Pertandingan sendiri dihelat di Stadion Indomilk Arena, Minggu (13/6/2021).

Dalam pertandingan itu, Persipura harus takluk 1-3 dari tuan rumah. Namun, bukan hasil yang jadi sorotan dalam partai itu. Laga tersebut sempat diwarnai kericuhan dan bahkan harus dihentikan menit ke-65. Kondisi itu bikin Jacksen F Tiago geram.

“Dari aspek permainan jujur sangat puas sekali ada peningkatan meski kalah. Ya persoalan terbesar Persipura berhubungan dengan faktor indisipliner dalam tim yang sangat merugikan. Puncaknya ya tadi. Saya akan bicara secara pribadi sebagai seorang pelatih, seorang asing di negara ini,” ungkap Jacksen F Tiago dalam YouTube Persipura Jayapura.

Jacksen F Tiago Malu dengan Kericuhan Laga Persita vs Persipura

“Saya punya ambisi dan cita-cita pribadi. Saya pergi ke Penang ada klausul kontrak kalau mampu loloskan ke AFC Cup akan ada bonus. Kontrak saya di Barito juga ada klausul itu. Bonusnya lumayan besar. Di Barito Rp 50 juta kalau tak salah. Saat di Persipura saya tak ada klausul itu, tapi saya mampu bawa ke AFC,” sambung Jacksen.

Jacksen F Tiago Ingin Dihargai

Jacksen F Tiago langsung menyampaikan kekecewaannya itu kepada pemain Persipura. Seandainya, kata dia, kalau kejadian ricuh itu tercipta pada laga AFC Cup, jelas hukumannya akan sangat berat. Persipura bisa saja didiskualifikasi dari turnamen.

“Saya malu sebagai pemimpin tim ini. Itu salah satu bukti saya tak mampu membina tim dengan baik sampai saat ini. Makanya saya sampaikan itu. Kekecewaan itu sangat besar sekali,” bilang Jacksen.

Mungkin, lanjut Jacksen, kejadian ricuh andai tercipta di Indonesia bisa dimaafkan. Namun, lain ceritanya kalau terjadi pada AFC Cup. Namanya jelas bisa tercoreng. Dia ingin pemain Persipura juga bisa menjaga harga dirinya.

“Karena fokus saya bukan fokus main di Liga Indonesia. Mungkin di Indonesia tak ada hukuman besar. Tapi di level internasional, harga diri saya sebagai pelatih dari Brasil bisa tercoreng. Saya selalu bilang, sebelum saya bela klub manapun saya punya harga diri jauh lebih tinggi karena berhubungan dengan jati diri, pendidikan ibu, sehingga saya berusaha sebaik mungkin,” tutup Jacksen.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

- Advertisement -

More From Author

- Advertisement -

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img