Jelang Lawan Timnas Indonesia, Bert van Marwijk Dapat Kritik Pedas

BACA JUGA

Banner Gamespol Baru

Football5Star.com, Indonesia – Jelang empat laga sisa Kualifikasi Piala Dunia 2022, salah satunya lawan timnas Indonesia, timnas UEA mendapatkan kritik pedas. Pelatih Bert van Marwijk dinilai salah seorang pakar di sana, Ahmed Al-Awadi, telah membuat blunder besar.

Al-Awadi menyoroti susunan pemain yang dipanggil oleh Van Marwijk untuk empat laga sisa Kualifikasi Piala Dunia 2022. Dia mempertanyakan putusan sang pelatih tak memanggil Ismail Matar dari Al Wahda yang memuncaki daftar pembuat assist Liga UEA.

- Advertisement -

Sepanjang musim 2020-21, Matar memang hanya membuat 7 gol. Namun, dia menjadi yang terbaik dalam memberikan umpan bagi pemain lain untuk mencetak gol. Sebanyak 12 assist dibuat pemain berumur 38 tahun itu. Dia unggul atas dua pemain timnas UEA, Ali Mabkhout dan Khalfan Mubarak dengan 10 assist masing-masing.

Ismail Matar memuncaki daftar pembuat assist di Liga UEA musim 2020-21 tapi tak dipanggil ke timnas UEA.
emaratalyoum.com

“Statistik Matar bukanlah kebetulan atau keberuntunagn semata. Itu menunjukkan mentalitas sang pemain yang menghormati profesi, para fan, dan jersi yang dibelanya,” ucap Al-Awadi kepada Emirates Al-Youm seperti dikutip Football5Star.com dari Dubai Sports.

Dalam pandangan Al-Awadi, umur tak bisa dijadikan alasan oleh Van Marwijk untuk tak memanggil Matar. “Meskipun telah berumur 38 tahun, dia masih bersinar berkat komitmen di dalam dan luar lapangan terkait latihan, nutrisi, dan istirahat,” ucap dia.

Matar Tersisih Sejak Kedatangan Van Marwijk

Ismail Matar bukanlah sosok asing di timnas UEA. Berkiprah sejak 2003, dia telah mengemas 133 caps bersama Al-Abyad dengan torehan 36 gol. Dia juga sempat menjadi kapten tim. Namun, namanya menghilang sejak tim ditangani Bert van Marwijk pada 2019.

Mengenai hal itu, Matar tak pernah bereaksi negatif. Dia mengakui pemilihan pemain untuk timnas UEA memang hak prerogatif Van Marwijk. Dia juga menilai para pemain yang dipanggil membela Al-Abyad memang yang terbaik di posisi masing-masing, termasuk di posisinya.

“Aku tak mau berkomentar soal timnas karena pelatih punya kebebasan memilih. Lagi pula, memang ada banyak pemain bagus yang ada di posisiku seperti Fabio Lima, Khalfan Mubarak, Caio Canedo, dan lainnya. Jujur saja, mereka dapat memberikan keuntungan bagi timnas,” ujar Matar soal pilihan Van Marwijk pada Maret silam.

Ismail Matar sempat jadi kapten dan pemain andalan timnas UEA sebelum kedatangan Bert van Marwijk.
Getty Images

Akan tetapi, bagi Ahmed Al-Awadi, putusan Van Marwijk tetap mengabaikan Matar tetap dianggap sebagai blunder. Apalagi dengan status pembuat assist terbanyak di Liga UEA yang disandang sang pemain.

“Saya tak tahu satu pun alasan sahih untuk mengabaikan Matar dari timnas. Terutama pada saat ini ketika Al-Abyad membutuhkan seorang kapten di ruang ganti yang tahu cara menyatukan para pemain dalam meraih target bersama,” ujar Al-Awadi lagi.

Ahmed Al-Awadi pun tak ragu menyebut putusan mengabaikan Ismail Matar sebagai blunder terbesar Bert van Marwijk di timnas UEA. “Saya tak akan dapat menerima alasan atau pembenaran apa pun mengenai hal itu!” kata sang pengamat.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

- Advertisement -

More From Author

- Advertisement -

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img