Juan Riquelme Marah Besar, Pemain Boca Disuruh Turun dari Bus

BACA JUGA

Banner Baru Gamespool

Football5star.com, Indonesia – Juan Riquelme, wakil presiden Boca Juniors marah besar saat timnya dikalahkan Gimnasia La Plata dalma lanjutan Liga Argentina di markas sendiri, Stadion La Bombonera, Minggu (31/10/2021).

- Advertisement -

Dikutip Football5star.com dari Ole, para pemain Boca Juniors disuruh turun dari bus setelah pertandingan berakhir. Padahal saat itu, para pemain Boca sudah berada di bus dan akan pergi ke hotel.

Mendadak, Juan Riquelme langsung meminta para pemain Boca untuk kembali masuk ke ruang ganti pemain.

Juan Riquelme
Ole
- Advertisement -

“Wakil presiden langsung menghadap ke bus secara langsung, ditemani petugas keamanan, ia mendekati bagasi bus dan memberi isyarat dengan tangannya. Gerakan tangan itu sudah cukup untuk membuat para pemain kembali turun dari bus,” tulis laporan Argentina.

Menurut salah satu petugas keamaan stadion, para pemain Boca sangat kaget dan terpaksa untuk masuk ke ruang ganti pemain.

- Advertisement -

“Pembicaraan sangat keras, dari luar ruang ganti bisa terdengar. Dia mengguncang para pemain,” kata petugas keamaan tersebut.

Juan Riquelme Boca Juniors

Pembicaraan di ruang ganti berlangsung selama 15 sampai 20 menit. Hal ini bukan pertama kali Juan Riquelme melakukan hal tersebut. Ia juga melakukan hal sama setelah laga melawan River Plate.

Juan Riquelme Jadi Wapres Boca Juniors

Pada 8 Desember 2019, Juan Riquelme bersama dua kandidat lainnya, Jorge Amor Ameal, Mario Pergolini maju menjadi calon presiden Boca Junior. Leawt pemilihan suara, Riquelme menjadi wakil presiden dan mulai menjalankan tugasnya pada 13 Desember 2019.

Pada 7 Maret 2020, meraih gelar pertamanya sebagai wakil presiden Boca. Gelar superliga 2019-20 berhasil diraih Boca setelah mengalahkan River Plate.

Juan Riquelme Boca

Karier Juan Roman Riquelme dimulai pada 1996, ketika dia mendapat kesempatan promosi ke tim utama. Pada usia 18 tahun, Juan Roman Riquelme menjalani debutnya. Saat itu, Boca menang 2-0 dari Union de Sante Fe.

Setelah memainkan hampir 200 laga, mencetak 44 gol, dan tidak ada data pasti soal jumlah assistnya, Riquelme mendapat tawaran besar. Pada Juli 2002, Riquelme dibeli Barcelona. Suka cita yang kemudian hari berubah petaka.

Karier Riquelme di Barcelona sangat buruk. Ia merasa tak dibutuhkan oleh pelatih Barcelona saat itu, Louis van Gaal.

“Saya (Louis van Gaal) tidak memintamu datang ke Barcelona,” ucap Riquelme menirukan pelatih asal Belanda itu.

- Advertisement -

More From Author

- Advertisement -

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img