Jurnalis Argentina: Diego Maradona Memang Sudah Ingin Mati

BACA JUGA

gamespool

Football5Star.com, Indonesia – Sebelas hari berlalu sejak Diego Maradona meninggal dunia. Sebuah pernyataan mengejutkan dibuat jurnalis senior Argentina, Horacio Pagani. Dia menyebut legenda timnas Argentina itu memang sudah menginginkan kematian datang sejak ulang tahun ke-60.

Horacio Pagani adalah seorang jurnalis yang sangat intensif mengikuti Diego Maradona sejak awal. Dia punya kedekatan dengan El Diez dan tahu banyak mengenai sosok yang namanya baru saja diabadikan sebagai nama stadion milik Napoli tersebut.

- Advertisement -

Dalam beberapa waktu terakhir, Pagani menangkap kesan Maradona sudah lelah dengan kehidupannya. Ada kesan kapten timnas Argentina saat juara Piala Dunia 1986 itu menang sudah ingin meninggalkan dunia fana dan berjumpa sang pencipta.

“Dia memang sudah ingin mati,” kata Horacio Pagani dalam program Juana Viale di Channel 13 seperti dikutip Football5Star.com dari Infobae. “Menginjak umur 60 tahun membuat dia begitu retrospektif terhadap kehidupannya.”

Secara khusus, Pagani mengungkap kerinduan Maradona kepada kedua orang tuanya. “Ingatan terbang ke masa kecil saat di patio yang kumuh. Dia sangat merindukan ayah dan ibunya. Ibunya sudah meninggal 9 tahun lalu dan ayahnya meninggal 5 tahun lalu,” urai Pagani.

Maradona Sudah Mati 20 Tahun Lalu

Horacio Pagani lantas menunjuk saat Gimnasia La Plata merayakan ulang tahun ke-60 Diego Maradona. Dia melihat El Diez sudah kepayahan dan seperti kehilangan aura hidup.

“Sangat terlihat jelas wajahnya begitu letih saat di lapangan Gimnasia. Dia lantas dilarikan ke rumah sakit. Bukan untuk operasi, melainkan karena dia mengalami anemia dan depresi,” ucap Pagani.

Horacio Pagani melihat Diego Maradona sudah berbeda saat perayaan ulang tahun ke-60 bersama Gimnasia La Plata.
antena3.com

Terlepas dari hal itu, Pagani menilai Maradona sudah sangat hebat karena mampu bertahan hidup lebih lama. Menurut dia, sejatinya pemain terbesar dalam sejarah Napoli itu sudah mati 20 tahun lalu. Hal itu merujuk pada insiden di Punta del Este, Uruguay. Ketika itu, El Diez ambruk karena kecanduan obat-obatan terlarang.

“Maradona sesungguhnya sudah mati 20 tahun lalu. Insiden di Punta del Este… Sangat mustahil dipercaya dia mampu bertahan. Jantungnya hanya bekerja 16 persen dan dia mampu hidup 20 tahun lebih lama,” kata Pagani dengan penuh kegetiran.

Pada 4 Januari 2000, Diego Maradona dilarikan ke rumah sakit di Uruguay karena ambruk. Dia tak sadarkan diri selama dua hari. Jorge Romero, dokter yang menanganinya kala itu, menyebut El Diez dalam kondisi kritis karena tekanan darah tinggi dan gangguan jantung. Napasnya pun sudah sangat pendek. Namun, dia bertahan. Setengah bulan dirawat intensif, dia pulang ke Buenos Aires.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

- Advertisement -

More From Author

- Advertisement -

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img