Kabar Terbaru Mario Kempes, Legenda Argentina yang Tutup Karier di Liga Indonesia

BACA JUGA

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Salah satu legenda sepak bola dunia yang pernah mencicipi Liga Indonesia ialah Mario Kempes. Legenda Argentina itu bermain di Indonesia bersama Pelita Jaya.

Kempes jadi pesepak bola dunia kedua yang hadir di Indonesia setelah Roger Milla. Status Kempes di Pelita Jaya tidak hanya jadi pemain namun juga pelatih. Kempes dikontrak dengan durasi 10 bulan dengan bayaran sebesar 4.200 Dolar per bulan.

- Advertisement -

Meski saat itu Kempes datang ke Indonesia di usia 42 tahun, ia masih moncer sebagai striker. Hanya lakoni 15 pertandingan saja, 10 gol berhasil diciptakannya kala itu. Status sebagai penyandang gelar juara Piala Dunia 1978 tak sekedar omong kosong.

https://www.instagram.com/p/B3R3BDPjp1X/

Jauh sebelum berakhir di Indonesia, Kempes memulai perjalanannya di Argentina Primera Division. Ketika itu ia membela klub Instituto de Cordoba, dan mengantarkan klub ini menang atas Newell`s Old Boys dengan skor 1-0.

- Advertisement -

Pertandingan ini jadi langkah awal publik mengenal Mario Kempes sebagai bomber maut tim Tango. Ia berhasil mengantarkan Cordoba masuk Argentina Primera Division pada 1973, sekaligus merupakan yang pertama kalinya bagi klub berkompetisi di Argentina Primera Division.

Singkat cerita, ia kemudian hijrah ke Eropa dan bergabung ke Valencia. Bersama klub Spanyol ini, Kempes sukses meraih gelar Copa del Rey 1970, Piala Winners 1980, dan UEFA Super Cup 1980.

- Advertisement -

Ia pun memutuskan untuk pensiun pada 1996, lalu terjun di dunia kepelatihan selama lima tahun sebelum pensiun pada 2001 silam. Sayangnya karier kepelatihan Kempes tak secemerlang jalannya sebagai pemain.

Kempes hanya tercatat menjadi pelatih untuk tim-tim kecil di Liga Albania, Bolivia, hingga Venezuela. Bahkan, ia sempat juga melatih klub kecil asal Spanyol San Fernando.

Kabar Terbaru Mario Kempes

Setelah sempat mencicipi pekerjaan sebagai komentator di ESPN, Mario Kempes saat ini sibuk dengan dua pekerjaan yakni menjalankan yayasan sosial atas nama dirinya dan menjadi komentator untuk gim FIFA.

Dikutip Football5star.com dari encancha, Sabtu (17/4/2020) ia mendirikan yayasan bernama yayasan olahraga Mario Kempes. Yayasan ini didirikan untuk pengembangan atlet muda.

“Saya akan membantu anak-anak dengan tujuan olahraga di seluruh dunia. Saya mencoba membantu mereka dengan sejumlah materi mulai dari membelikan tiket pesawat, serta beberapa perlengkapan olahraga lainnya,” ucep Kempes.

Yayasan Kempes sendiri saat ini juga turut aktif berjuang melawan pandemi corona. Dikutip dari halaman resmi yayasan itu, mereka mengajak para donatur untuk bersama berjuang melawan pandemi corona.

https://www.instagram.com/p/BwZFuaRHG0S/

“Yayasan olahraga Mario Kempes akan menyumbangkan masker dan sarung tangan untuk rumah sakit Blake Medical Center yang berlokasi di Florida, Amerika Serikat” bunyi pernyataan yayasan Kempes.

Selain sibuk dengan yayasan miliknya, pemain bernama lengkap Mario Alberto Kempes Chiodi itu juga beberapa kali terlibat dalam sejumlah kegiatan sosial dan kegiatan sejarah.

Pada awal Maret lalu misalnya, Kempes seperti dikutip dari mundod ikut ambil bagian dalam peresmian Legends Football Museum. Museum ini didirikan khusus untuk menjaga warisan sepak bola dunia.

Pada acara tersebut, Kempes dipertemukan dengan jersey bersejarah miliknya saat mengantarkan Argentina menjadi juara Piala Dunia 1978.

Kabar Terbaru Mario Kempes, Legenda Argentina yang Pernah Cicipi Liga Indonesia
lavoz.com.ar

“Saya sangat emosi melihat jersey ini. 42 tahun lalu saya menggunakan jersey ini dan usai pertandingan, saya bertukar jersey dengan pemain Belanda, Johan Neeskens,” ucap Kempes.

Kempes mengatakan bahwa usai pertandingan, ia dan sejumlah rekannya saat ini ingin agar jersey bersejarah itu bisa dimiliki. Namun rekannya, Daniel Passarela menyebut bahwa dirinya sudah terlanjur berjanji akan menyumbang jersey skuat Argentina 1978 ke yayasan.

“Kami mengatakan kepadanya bahwa kami ingin menyimpannya sebagai kenang-kenangan dan dia menjawab bahwa ia tak peduli,” kenang Kempes.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

- Advertisement -

More From Author

- Advertisement -

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img