Kalidou Koulibaly Tak Gentar Lawan Rasialisme

BACA JUGA

Banner Baru Gamespool

Footall5star.com, Indonesia – Kalidou Koulibaly, bek Napoli menegaskan bahwa dirinya tidak merasa perlu untuk meminta maaf kepada suporter Fiorentina. Kalidou Koulibaly jadi korban pelecahan rasial saat pertandingan Fiorentina vs Napoli pada 3 Oktober lalu.

- Advertisement -

Pada pertandingan yang berakhir dengan kekalahan Fiorentina 1-2 dari Napoli, Kalidou Koulibaly mendapat serangan rasial saat dirinya tengah diwawancarai oleh awak media setelah pertandingan.

Kalidou Koulibaly Napoli

Saat itu, seorang pendukung Fiorentina melakukan pelecehan rasial kepada Koulibaly. Tanpa ampun bek asal Senegal itu menghadang suporter tersebut.

- Advertisement -

Pelaku pelecehan rasial kepada Koulibaly pun sudah ditangani oleh aparat kepolisian. Ia kemudian dijatuhi hukuman dilarang menonton pertandingan Fiorentina di Artemio Franchi.

“Saya ingin terus bersuara soal masalah rasial ini yang masih ada di sepak bola,” kata Koulibaly seperti dikutip Football5star.com dari Football Italia, Rabu (1/12/2021.

- Advertisement -

“Setelah insiden di Fiorentina, saya membaca bahwa Tuscany merupakan kota yang memiliki budaya dan seni. Tapi saya tidak akan mencari permintaan maaf dari orang-orang Florence dan Tuscany,”

Kalidou Koulibaly

“Saya menerima banyak pesan solidaritas dari para penggemar dan klub Fiorentina, jadi saya ingin berterima kasih kepada mereka untuk itu,” ucapnya.

Kalidou Koulibaly Ingin Terus Suarakan Anti Rasialisme

Kalidou Koulibaly menegaskan bahwa ia akan terus berperang melawan sikap dan tindakan rasisme yang saat ini tumbuh subur di sepak bola. Menurutnya, rasisme telah menyebar dan semua pihak harus berani melawannya.

“Di sinilah kita harus memulai lagi, maju untuk memerangi rasisme bersama. Rasisme masih tersebar di masyarakat dan karena saya memiliki platform ini saya ingin melawannya,”

Kalidou Koulibaly Ingin Terus Perangi Rasisme

“Karena ada banyak orang yang tidak cukup beruntung berada di dalam posisi untuk melawan rasisme. Saya ingin memberi orang-orang itu untuk berani bersuara,”

“Ini sangat penting bagi saya, saya akan selalu melakukan ini sebagai pemain dan sebagai seorang pria bahkan ketika karier saya di sepak bola sudah berakhir,” tutup Kalidou Koulibaly.

- Advertisement -

More From Author

- Advertisement -

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img