Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Pemain Aceh yang Sukses di Liga Indonesia

BACA JUGA

Banner Gamespool

Football5star.com, Indonesia – Sebagai provinsi paling barat Indonesia, Aceh memang belum mampu berbicara banyak di pentas sepak bola nasional. Terbukti, dari sekian klub yang ada di sana, hanya beberapa saja yang pernah mencicipi kasta tertinggi.

Dalam 20 tahun terakhir praktis hanya Persiraja Banda Aceh, PSSB Bireuen, dan PSAP Sigli yang pernah merasakan kerasnya persaingan di divisi tertinggi Liga Indonesia. Tapi di era Liga 1, hanya satu klub yang mampu bersuara.

- Advertisement -

Hanya Persiraja Banda Aceh yang main di Liga 1 musim ini. Persiraja sekaligus jadi klub pertama bumi Serambi Mekkah yang main di Liga 1. Sedangkan dua klub lain, PSSB Bireuen dan PSAP Sigli, sudah hilang rimbanya.

Kendati di tingkat klub Aceh tidak berprestasi, bukan berarti para pemainnya tidak mampu unjuk gigi. Hampir setiap musim Liga Indonesia dihuni pemain-pemain asal Serambi Mekkah.

- Advertisement -

Beberapa di antara mereka bahkan mampu meraih juara dan menembus skuat timnas Indonesia. Football5star telah merangkum lima pemain asal Aceh yang sukses buktikan diri di Liga Indonesia.

  • Ismed Sofyan
ismed persija psms liga 1 football5star liga indonesia id
liga-indonesia.id

Ismed Sofyan adalah role model untuk semua pemain asal Serambi Mekkah. Sampai saat ini, ia merupakan pemain asli Aceh paling sukses di Liga Indonesia. Memulai karier profesionalnya pada 1998 silam bersama PSBL Langsa, performa Ismed langsung membuat klub ibu kota provinsi, Persiraja, kepincut dan memboyongnya semusim kemudian.

- Advertisement -

Perjalanan karier Ismed Sofyan kemudian berlanjut ke klub ibu kota dengan memperkuat Persijatim hingga akhirnya menetap di Persija Jakarta sejak 2003 silam. Hingga sekarang, pemain 40 tahun masih menjadi tumpuan utama Macan Kemayoran di posisi bek kanan.

Puncak kejayaan Ismed ini pun terjadi pada Liga 1 2018 saat dirinya membawa Persija juara. Total, pemegang 53 caps timnas Indonesia sudah 410 kali memperkuat Macan Kemayoran.

  • Zulfiandi
zulfiandi antara
Antara

Setelah Ismed Sofyan, hampir tidak ada pemain asal Aceh yang tampil memukau dan konsisten di Liga Indonesia. Sampai akhirnya muncul sosok pemuda asal Bireuen bernama Zulfiandi.

Nama Zulfiandi pertama kali dikenal saat memperkuat timnas U-19 Indonesia besutan Indra Sjafri 2015 lalu. Ketika itu ia sukses membawa timnas U-19 juara Piala AFF dan menembus putaran final Piala Asia.

Performa menawan Zulfiandi pun berlanjut di tingkat klub. Pada 2016 lalu ia memperkuat Bhayangkara FC dan turut membawa Bhayangkara juara Liga 1 2017. Setelah itu dirinya hilir mudik memperkuat klub besar seperti Sriwijaya FC dan Madura United.

  • Miftahul Hamdi
miftahul hamdi-persiraja
@persirajaupdate

Sama seperti Zulfiandi, Miftahul Hamdi juga merupakan alumni timnas U-19 besutan Indra Sjafri. Tampil memukau bersama Garuda Muda, Hamdi kemudian memperkuat Bali United selama tiga musim.

Kendati harus berbagi tempat dengan pemain bintang lainnya di Bali United, Miftahul Hamdi adalah bagian dari kesuksesan Serdadu Tridatu merengkuh gelar Liga 1 2019 dengan mencatatkan 13 penampilan.

Dan musim ini, pemain yang sempat banting stir menjadi pedagang ini pulang kampung ke Banda Aceh. Ia memperkuat Persiraja yang baru saja promosi ke Liga 1. Pengalaman yang dipunya pemain 24 tahun ini pun membuat Persiraja belum terkalahkan dalam tiga pertandingan Liga 1 2020.

  • Teuku Muhammad Ichsan
TM ichsan-bhayangkara
Liga Olahraga

Era Liga 1 bisa dibilang sebagai kebangkitan untuk pemain-pemain asal Aceh. Selain Zulfiandi dan Miftahul Hamdi, tanah Serambi Mekkah juga mengirim satu gelandang modern dalam diri Teuku Muhammad Ichsan.

Nama TM Ichsan baru terdengar pada 2017 lalu saat memperkuat Bhayangkara. Tapi perjuangannya untuk menembus skuat utama di sana tidaklah mudah. Ia membutuhkan waktu selama setahun untuk bisa menjadi pilihan utama di lini tengah The Guardians.

Pada Liga 1 2019 lalu, TM Ichsan menjadi penggerak utama permainan Bhayangkara. Konsistensi permainan yang ia tunjukkan akhirnya membuat pemain asal Bireuen ini merasakan seragam timnas Indonesia. Pertandingan kualifikasi Piala Dunia zona Asia melawan Malaysia November lalu pun menjadi debut TM Ichsan.

  • Irwansyah
irwansyah persiraja
Serambi Indonesia

Berbicara soal sepak bola Aceh, tidak lengkap rasanya jika kita tidak menyebut nama mendiang Irwansyah. Ia adalah legenda Persiraja dan sosok yang paling dihormati Ismed Sofyan.

Kehebatan Irwansyah di pentas nasional bahkan sudah terlihat ketika dirinya baru berusia 20 tahun. Pada Liga Indonesia musim 1994-1995 ia sukses mencetak 17 gol. Torehan ini membuat dirinya masuk dalam jajaran top skorer Ligina ketika itu.

Selama tiga musim beruntun, torehan gol Irwansyah selalu menyentuh dua digit. Kehebatannya itu pun membuat dia masuk skuat Indonesia di SEA Games 1997 dan Kualifikasi Piala Dunia 1998. Sayang, keagungan pemain asli Banda Aceh bersama Persiraja berakhir kala dirinya menjadi korban keganasan tragedi Tsunami Aceh 2004 silam.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

- Advertisement -

More From Author

- Advertisement -

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img