Kamu Pasti Gak Tahu! Ini 5 Fakta Juventus Stadium, Arena Tarung Derby D’Italia

BACA JUGA

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Laga sengit dengan tajuk Derby D’Italia antara Juventus vs Inter Milan akan berlangsung di Juventus Stadium dalam lanjutan giornata ke-26 Serie A Italia, Senin (2/3/2020).

Sayangnya pertandingan kedua tim harus dimainkan tanpa kehadiran pemain ke-12, suporter. Otoritas Serie A Italia memutuskan laga ini tanpa penonton menyusul merebaknya virus corona.

- Advertisement -

Selain laga Derby D’Italia, empat pertandingan Serie A lainnya juga digelar tanpa penonton yakni laga Udinese vs Fiorentina, AC Milan vs Genoa, Parma vs SPAL, dan Sassuolo vs Brescia.

Meski tanpa penonton, bek Inter Andrea Ranocchia misalnya masih menganggap laga ini tetap akan berlangsung dengan tensi tinggi.

- Advertisement -

“Kami tidaklah kekurangan motivasi untuk menghadapi laga ini. Kami paham ini adalah Derby d’Italia meski tanpa penoton,”kata Ranocchia seperti dikutip dari Football Italia.

Ranocchia memang layak kecewa, pun dengan pemain lainnya. Bermain di stadion yang dibangun sejak 2009 lalu itu tentu ada yang kurang dari pertandingan tanpa penonton.

- Advertisement -

Suara-suara riuh rendah yang biasa membahan di stadion dengan kapasitas 41 ribu tempat duduk ini pasti akan terganti dengan suara instruksi pelatih dan para pemain saat melakoni laga.

Terlepas laga ini tanpa penonton, arena tempat berlangsungnya pertandingan ini juga menjadi salah satu daya tarik Derby D’Italia. Kamu pasti gak tahu sejumlah fakta lain dari stadion ini, berikut ulasannya:

Stadion ramah lingkungan

Juventus merupakan klub pertama di Serie A Italia yang memiliki dan membangun stadion sendiri. Klub-klub lainnya memang sampai saat ini masih menyewa pada pemerintah kota. Sebagai stadion pertama yang dimiliki klub Serie A, Juventus Stadium juga menjadi stadion yang ramah lingkungan.

Kamu Pasti Gak Tahu! Ini 5 Fakta Juventus Stadium, Arena Pertarungan Derby D'Italia
Twitter

Dikutip Football5star.com dari halaman resmi klub, stadion ini dibangun sesuai dengan standar Protokol Kyoto. Sekedar informasi, protokol Kyoto merupakan amendemen terhadap Konvensi Rangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim (UNFCCC), sebuah persetujuan internasional mengenai pemanasan global.

Karenanya stadion ini menghasilkan: penurunan gas efek rumah kaca, tanpa polusi udara, tanpa kemungkinan kebakaran, terintegrasi dengan district heating, pembatasan limbah, dan pengurangan hingga 50% konsumsi air untuk irigasi di lapangan.

Menghilangkan sejarah

Salah satu fakta menarik mengenai stadion ini adalah dihapusnya lintasan lari yang ada di pinggir lapangan. Hal ini tentu tidak aneh, pasalnya sejumlah stadion modern banyak yang tak lagi menggunakan lintasan lari.

Rupanya lintasan lari tersebut memang sengaja dihilangkan pihak Juventus karena tak ingin mirip dengan Stadion Dellle Api yang identik dengan lintasan lari. Stadion ini sendiri dirancang oleh tiga arsitek ternama Italia, Hernando Suárez, Gino Zavanella, dan Giorgetto Giugiaro.

Mengusung konsep sport tourism

Sebagai klub industri yang memiliki jutaan penggemar di seluruh dunia, Juventus tentu sangat paham betul bagaimana ‘memanfaatkan’ stadion sebagai salah satu ladang pemasukan.

Kamu Pasti Gak Tahu! Ini 5 Fakta Juventus Stadium, Arena Pertarungan Derby D'Italia
pinterest

Tidak hanya sekedar tiket penonton di tiap pekan, Juventus Stadium juga mengusung konsep sport tourism, yakni wisata keliliing stadion. Dikutip dari halaman resmi klub, stadion ini memiliki jasa stadion tour selama 70 menit yang ditawarkan manajemen klub setiap hari.

Konsep stadion tour ini sendiri pertama kali dilakukan Juventus pada 2011 lalu. Selain itu, di stadion ini manajemen Juventus juga memberikan fasilitas mewah yakni Juventus Premium Club. Fasilitas ini lebih ditujukan untuk klien perusahaan yang menginginkan hiburan sebelum pertandingan dimulai.

Stadion berbintang 4

Memiliki sejumlah fasilitas penunjang yang membuat Juventus semakin layak disebut klub sepak bola modern, stadion mereka pun mendapat penilaian tersendiri dari federasi sepak bola Eropa, UEFA.

Kamu Pasti Gak Tahu! Ini 5 Fakta Juventus Stadium, Arena Pertarungan Derby D'Italia
calcioefinanza.com

UEFA memberikan rating bintang 4 kepada stadion ini. Penilaian ini tentu tak berlebihan. Di stadion ini memiliki banyak fasilitas seperti Area21 Shopping Centre yang didalamnya terdapat 60 toko, 2 bar, 3 restoran dan hypermarket.

Lalu ada juga pusat medis yang baru dibangun 2016 yakni J-Medical. Pusat medis ini memiliki luas 3,500 meter persegi dengan fasilitas klinik spesialis dan pusat rehabilitasi.

Diboikot suporter Parma

Dengan sejumlah fasilitas mewah tentu pihak manajemen Juventus mematok harga cukup mahal untuk harga tiket stadion. Akibatnya sejumlah suporter lawan sempat melakukan boikot.

Pada Januari lalu, sejumlah suporter Parma seperti dikutip dari Forbes memboikot Juventus Stadium. Mereka memprotes harga tiket yang mencapai 43 euro yang dianggap terlalu mahal.

Basis suporter Parma Boys Parma 1977 dan Centro Coordinamento Parma Clubs menilai bahwa harga tiket di Juventus Stadium sangat tidak masuk akal untuk tim lain yang melakoni laga tandang ke sana. Mereka meminta pengelola stadion mematok harga tiket dengan harga 10-15 euro saja.

- Advertisement -

More From Author

- Advertisement -

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img