Kasihan Pemain Liga 1 dan Liga 2 Kalau Kehilangan 2 Tahun Karier Sepak Bolanya

BACA JUGA

Gamespool new banner 2

Football5Star.com, Indonesia – Tak adanya kompetisi Liga 1 dan Liga 2 jelas sangat berdampak kepada para pesepak bola, baik dalam sisi ekonomi maupun karier. Sebab, pesepak bola memang sangat tergantung dengan usia. Makin tua pemain, kian tak dilirik oleh klub-klubnya.

Seperti diketahui, sudah lebih dari 500 hari Indonesia tak dihiasi oleh kompetisi sesungguhnya. Piala Menpora memang sempat hadir, tapi jelas atmosfer persaingannya sangat berbeda dengan Liga 1 maupun Liga 2.

- Advertisement -

Kondisi tersebut jelas jadi dilema buat pesepak bola. Selain soal tak adanya pemasukan, otomatis karier mereka kian berkurang. Karena, karier pesepak bola memang dilihat dari usianya bermain.

“Pesepak bola itu mengabdikan diri di kompetisi itu sendiri. Sedang, di mana pengabdian pesepak bola? Di umurnya. Kalau sampai 2 tahun hilang berapa umur mereka yang sudah dijalani tanpa bola? Karier pesepak bola kan dihitung umurnya, makin tua tak pakai,” kata Ketua APPI, Firman Utina, dikutip dari kanal YouTube Asumsi.

Football5Star.com, Indonesia - Tak adanya kompetisi Liga 1 dan Liga 2 jelas sangat berdampak kepada para pesepak bola, baik dalam sisi ekonomi maupun karier. Victor Igbonefo menegaskan Persib Bandung sudah belajar banyak dari laga perempat final Piala Menpora 2021 melawan Persebaya Surabaya.
- Advertisement -

“Saat dia bagus tiba-tiba wadah yang di Indonesia hilang. Ke mana keinginan mereka dulu yang cita-citanya jadi pesepak bola baik? Pada saat datang, ada pandemi ini. Pandemi yang seluruh dunia terdampak semua, tapi di Indonesia sangat dipertanyakan karena liga-liga Eropa sudah berjalan, Amerika juga sudah. Ada penonton juga di Eropa,” sambung dia.

Sebenarnya, kata dia, para pemain juga sudah siap menjalankan kompetisi dengan protokol kesehatan ketat. Para pemain pun sudah menjalani vaksinasi, sebagian besar bahkan telah disuntik dua kali.

- Advertisement -

“Prokes sudah berjalan, PT LIB dan PSSI sudah mendesain sebagus mungkin itu acuannya Piala Menpora, yang bis tiap tim biasanya satu ini dikasih dua. Supaya ada jarak, supaya duduk satu-satu,” papar dia.

“Hal-hal ini yang sudah dipenuhi oleh stakeholder Liga 1 dan Liga 2. Acuannya di FIFA. FIFA sudah atur semua, sudah turunkan cara jalankan liga saat pandemi. Akhirnya itu yang dibuat PSSI. Itu sudah dipresentasikan kepada pihak keamanan, satgas, bahkan mungkin kepada Presiden sudah dilakukan,” tutup Firman Utina.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

- Advertisement -

More From Author

- Advertisement -

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img