Kesaksian Aremania Soal Malam Mencekam di Stadion Kanjuruhan

BACA JUGA

Football5Star.com, Indonesia – Seorang Aremania bernama Rezqi Wahyu, menceritakan detik-detik kejadian yang pecah di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022) malam WIB. Dia menyebut kalau sebenarnya sejak peluit pertama ditiupkan, semuanya masih tertib dan kondusif.

Seperti diketahui, sepak bola Indonesia berduka. Setelah pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya, kericuhan pecah di dalam Stadion Kanjuruhan. Oknum suporter awalnya merangsek masuk ke stadion hingga bikin kepolisian menembakkan gas air mata ke arah tribune.

Kesaksian Aremania yang Selamat dari Tragedi Kanjuruhan
Ari Bowo Sucipto/Antara
- Advertisement -

Kabarnya, tembakan gas air mata ke tribune itulah yang jadi penyebab banyaknya korban meninggal dunia. Mereka yang meninggal rata-rata karena kekurangan oksigen karena terkena gas air mata di tengah kerumunan. Setidaknya sudah ada lebih dari 130 korban meninggal dunia akibat tragedi Kanjuruhan.

Rezqi menuturkan kalau kejadian pecah setelah peluit panjang ditiupkan. Pelatih Arema FC, Javier Roca, dan manajer mendekati tribune timudan menunjukkan gestur minta maaf kpada suporter. Namun, ada satu orang suporter dari tribune selatan nekat masuk mendekati Sergio Silva dan Adilson Maringa untuk mengungkapkan kekecewaannya.

Kesaksian Aremania yang Selamat dari Tragedi Kanjuruhan
AFP – Globo
- Advertisement -

“Kemudian ada lagi beberapa oknum yang ikut masuk untuk meluapkan kekecewaannya kepada pemain. Terlihat John Alfarizie mencoba memberi pengertian kepadan oknum-oknum (Aremania) tersebut. Namun, semakin banyak mereka berdatangan, semakin ricuh kondisi stadion karena dari berbagai sisi stadion juga ikut masuk untuk meluapkan kekecewaannya ke pemain,” tulis dia.

“Di ikuti dengan lempar-lempar berbagai macam benda ke arah lapangan, dan para suppoter yang semakin tidak terkendali. Akhirnya pemain digiring masuk kedalam ruang ganti dengan kawalan pihak berwajib. Setelah pemain masuk, suporter makin tidak terkendali dan semakin banyak yang masuk ke lapangan,” sambung dia.

Oknum Aremania di Lapangan Coba Dipukul Mundur

- Advertisement -

Lalu, Rezqi juga menuturkankalau pihak keamanan coba memukul mundur suporter yang berada di lapangan. Dia pun bilang kalau cara pihak keamanan cukup kejam, bahkan disebutnya sempat ada Aremania yang dikeroyok.

“Tapi saat aparat memukul mundur suporter di sisi selatan, suporter dari sisi utara yang menyerang ke arah aparat. Karena semakin banyaknya supporter yang masuk ke lapangan dan kondisi sudah tidak kondusif. Aparat menembakkan beberapa kali gas air mata ke arah supoter yang ada di lapangan. Terhitung puluhan gas air mata sudah ditembakkan ke arah suporter, di setiap sudut lapangan telah dikelilingi gas air mata.. Ada juga yang langsung dtembakkan ke arah tribune penonton, yaitu di tribune 10,” cerita dia.

Kesaksian Aremania yang Selamat dari Tragedi Kanjuruhan
Twitter @TogiSihombing4

Nah, Aremania yang berada di tribune pun panik karena gas air mata. Mereka lari mencari pintu keuar yang terbatas. Banyak ibu-ibu, orang tua, dan anak-anak yang disebutnya jadi terdesak dan sesak karena terkena gas air mata ditambah kekurangan oksigen karena berdesak-desakan.

“Didalam stadion mereka sesak karena gas air mata yang sudah ditembakkan ke berbagai arah. Sedangkan untuk keluar stadion pun gak bisa karena macet, penuh sesak di pintu keluar. Sedang di luar stadion banyak yang terkapar dan pingsan karena efek terjebak di dalam stadion yang penuh gas air mata,” tulis pemilik akun @RezqiWahyu_05.

“Kondisi luar Stadion Kanjuruhan sudah sangat mencekam. Banyak suporter yang lemas bergelimpangan, teriakan dan tangisan wanita. Suporter yang berlumuran darah, mobil hancur, kata-kata makian dan amarah. Batu batako, besi dan bambu berterbangan,” tutup dia.

- Advertisement -

More From Author

- Advertisement -

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img