Kieran Trippier: Lepas Mousa Dembele adalah Kesalahan Terbesar Tottenham

BACA JUGA

Banner Gamespool

Football5Star.com, Indonesia – Penggawa timnas Inggris, Kieran Trippier, mengaku tidak heran dengan puasa gelar Tottenham Hotspur yang tak kunjung usai hingga saat ini. Menurut Trippier, The Lilywhites bisa mengakhiri puasa gelar andai tidak melepas Mousa Dembele ke klub Cina, Guangzhou City, pada 2019 lalu.

Ketika itu, Tottenham memilih melepas Dembele dengan harga miring enam bulan sebelum kontraknya usai. Akan tetapi, The Lilywhites gagal mendatangkan pemain yang bisa menambal lubang peninggalan Dembele dengan sempurna.

Mousa Dembele - Kieran Trippier - Tottenham Hotspur - This is Futbol
Dembele (depan) dijual Tottenham ke Guangzhou City pada Januari 2019 (This is Futbol)
- Advertisement -

“Menjual Mousa Dembele merupakan salah satu kesalahan terbesar Tottenham. Seluruh pemain Tottenham yang mengenal Mousa juga akan mengatakan hal serupa,” jelas Trippier kepada The Athletic.

“Dia adalah sosok luar biasa di dalam ruang ganti dan para pemain lain menyukai kehadirannya. Di atas lapangan, dia merupakan pemain yang bisa menciptakan perbedaan dan mungkin saja bisa mempersembahkan gelar juara,” katanya menambahkan.

KIERAN TRIPPIER TAK MENYESAL TINGGALKAN TOTTENHAM
- Advertisement -

Enam bulan setelah melepas Dembele, giliran Trippier yang dijual Tottenham. Ia dilego ke Atletico Madrid dengan banderol 20 juta Poundsterling dan sukses menyabet gelar LaLiga musim 2020-21.

Trippier mengaku tidak menyesal telah meninggalkan Tottenham. Trippier merasa geram karena Tottenham coba menawarkannya ke sejumlah klub beberapa bulan sebelum bursa transfer musim panas dibuka.

Mousa Dembele - Kieran Trippier - Tottenham Hotspur - The Sub
Trippier sudah sadar tidak diinginkan Tottenham sebelum musim 2018-19 rampung (The Sun)
- Advertisement -

“Setelah final Liga Champions, saya sadar petualangan bersama Tottenham sudah selesai. Ketika itu, media-media tidak berpihak kepada saya dan saya memutuskan pergi dari Inggris.”

“Saya sangat marah karena dua bulan sebelum musim 2018-19 berakhir, klub coba menawarkan saya ke beberapa tim. Ketika menyadari hal itu, saya langsung membuat keputusan untuk pergi dari sana,” tuntasnya.

- Advertisement -

More From Author

- Advertisement -

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img