Kim Pan-gon: Sudah Waktunya Saya Turun Gunung

BACA JUGA

Gamespool new banner 2

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih Kim Pan-gon akhirnya buka suara soal pilihannya yang akan menakhodai timnas Malaysia. Dia menyebut kalau sudah waktunya kembali turun gunung, meracik strategi di lapangan.

Seperti diketahui, Malaysia turut meramaikan demam pelatih Korsel di Asia Tenggara. Mereka secara resmi menunjuk Pan-gon untuk menggantikan Tan Cheng Hoe yang sebelumnya mundur karena gagal total membawa Malaysia berprestasi di Piala AFF 2020.

Penunjukan Kim Pan-gon jadi pelatih timnas Malaysia harus diwaspadai timnas Indonesia.
Getty Images
- Advertisement -

Menariknya, Pan-gon sudah lama tak merasakan atmosfer pertandingan. Dia sempat menangani Hong Kong dari 2012 hingga 2017. Setelah itu sejak 2018, pelatih 53 tahun tersebut menduduki jabatan strategis di KFA untuk memantau timnas Korea Selatan. Lantas, apa alasan dia turun gunung menangani timnas Malaysia?

Kim Pan-gon sebagai pelatih baru timnas Malaysia diperingatkan untuk merekrut pelatih lokal sebagai asisten.
mkr.co.kr

“Karena saya pikir saya telah memenuhi misi kecil saya sebagai ketua komite. Saya pikir sudah waktunya untuk turun gunung, kembali ke lapangan untuk melayani sebagai pelatih,” ungkap Kim Pan-gon dikutip dari Donga.

Kim Pan-gon Tertarik Visi Malaysia

- Advertisement -

Pan-gon tak memungkiri mau menerima pinangan FAM karena visi dan misinya. Dia pun sudah mempertimbangkan segalanya sebelum memutuskan menerima tawaran untuk menakhodai Malaysia.

Kim Pan-gon menjalani kursus lisensi pro bersama Robert Alberts pada 2004.
Getty Images

“Saya telah berbagi pemahaman tentang potensi pengembangan Malaysia dan visi mereka, dan telah memutuskan untuk pindah ke Malaysia untuk menghadapi tantangan baru,” tutup dia.

- Advertisement -

Pan-gon akan menyelesaikan perannya untuk timnas Korea dengan melakukan perjalanan untuk pertandingan tandang ketujuh dan kedelapan melawan Lebanon serta Suriah. Rencananya, pertandingan tersebut akan digelar 27 Januari dan 1 Februari, untuk babak kualifikasi final Piala Dunia 2022.

- Advertisement -

More From Author

- Advertisement -

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img